Tampilkan postingan dengan label Toko CCTV Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toko CCTV Bandung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

Tips Merawat kamera CCTV

Kamera merupakan sesuatu yang perlu dijaga ataupun dirawat, begitu juga kamera CCTV yang anda miliki. Memerlukan perawatan yang khusus dan baik, menyerupai perawatan kamera pada umumnya. Karena kamera CCTV sering diletakkan ditempat yang langsung terkena tempat luar ataupun ditempat-tempat yang ada di lapangan terbuka membutuhkan perawatan yang rutin dan baik. Agar CCTV tetap lancar dalam melakukan perekaman maka dari itu diperlukan, pengontrolan terhadap CCTV.

Hal pertama untuk merawat CCTV, harus mengelap debu-debu yang ada di kamera CCTV karena jika terlalu banyak debu akan merusak kamera CCTV. Biasakan mengelap dengan lap kering jangan lap basah apalagi untuk jenis kamera CCTV yang tidak tahan air jangan sekali-kali gunakan lap basah. Hal ini akan menyebabkan kerusakan pada CCTV. Selain itu cek CCTV masih menyala dengan sewajarnya atau tidak. Selain jika debu-debu menempel pada kamera akan menghambat pengambilan rekaman kegiatan yang terjadi dalam sehari-hari. Untuk itu pengelapan debu-debu yang ada di CCTV perlu dilakukan dengan waktu yang berkala/konstan.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk merawat CCTV adalah mematikan CCTV seminggu sekali agar mesin yang ada didalam CCTV tidak panas sehingga rusak. Akibat digunakan untuk merekam dalam jangka waktu lama akan menyebabkan CCTV gampang ngelag/rusak. Dan akan melambat kinerjanya. Pergunakan CCTV dengan batas waktu sewajarnya. Semisal seminggu/sebulan sekali dimatikan agar mesin/komponen-komponen CCTV memiliki waktu istirahat. Dengan begitu CCTV tidak akan mengalami pemanasan mesin dan tidak hang.

Selain itu komponen CCTV yang perlu dirawat adalah DVR, jangan biarkan rekaman DVR berisi file dan mencapai batas yang melebihi memori maupun kapasitas DVR itu sendiri. Bila hal itu sering terjadi, kamera CCTV akan merekam tetapi rekaman CCTV tidak tersimpan. Untuk itu DVR perlu dicek sesekali secara berkala maupun rutin juga. Karena DVR adalah komponen penting yang terdapat didalam CCTV itu sendiri maka dari itu sangatlah perlu perawatan khusus. Tanpa adanya DVR tidak ada rekaman yang dapat diputar kembali untuk dilihat pemilik CCTV.

Kata Kunci Untuk Artikel Ini :

Tips Merawat kamera CCTV, Merawat CCTV, Maintenance CCTV, CCTV, DVR, Kamera, Harga CCTV, Camera CCTV, kamera cctv, cctv online.

Tips Memilih CCTV untuk Dirumah

Banyak terjadi perampokan di berbagai rumah, tidak hanya pada lingkup perumahan tapi rumah-rumah biasa pun tetap diincar para perampok yang kerap menjadi keresahan para warga. Beberapa warga yang merasa kurang aman rumahnya, mereka ingin memasang CCTV, guna meningkatkan keamanan rumahnya. Tetapi bagi orang yang belum pernah memasang CCTV pastilah akan bingung cara memilih CCTV yang tepat untuk keamanan rumahnya.

Sebenarnya tips awal untuk memilih CCTV adalah peletakan lokasi CCTV yang akan diletakkan dirumah, sesuaikan ukuran serta luas lokasi untuk memasang CCTV. Misalnya: anda ingin memasang CCTV diatas pintu dekat sela-selanya, carilah CCTV yang sesuai ukurannya dengan perkiraan panjang dan lebar yang sesuai. Jangan terlalu besar tapi jangan terlalu kecil. Karena jika yang dipilih terlalu besar CCTV tidak dapat terpasang dengan tepat, tetapi jika CCTV terlalu kecil ruang lingkup yang direkam sangatlah kecil/sedikit.

Kemudian carilah ukuran kamera CCTV yang sesuai misalnya CCTV ini dimanfaatkan untuk melihat setiap tamu yang datang kerumah. Dengan begitu carilah CCTV dengan lensa yang cukup untuk melihat wajah/perawakan orang yang datang kerumah. Tujuannya untuk menyesuaikan obyek mana yang akan pemilih rumah pantau. Hal ini sehubungan dengan kebutuhan pemilik rumah agar rumahnya terjaga. Tetapi usahakan lensa/kamera CCTV yang digunakan sesuai dan tepat. Ketika membeli dapat bertanya terlebih dahulu jangkauan CCTV tersebut seberapa besarnya. Biasanya ada 2 macam tampilan CCTV, yaitu:
  • CCTV luas (tampilan akan terlihat melebar).
  • CCTV zoom (tampilan akan diperdekat).
Dari pertanyaan itu penjual ingin menanyakan tampilan dari CCTV itu yang nanti dapat dilihat pemilik rumah, manakah yang lebih diminati.

Yang terakhir pilihlah CCTV yang sesuai dengan kebutuhan, baik tipe CCTV yang dalam ruangan ataupun luar ruangan. Pastilah bentuk CCTV nya berbeda sesuai kebutuhan pemilik rumah. Selain itu dapat memilih, ingin CCTV yang infrared atau non infrared. Karena CCTV yang dibutuhkan harus sesuai dengan kebutuhan. Agar pembelian CCTV tidak sia-sia dan dapat digunakan secara tepat. CCTV luar ruangan tidak dapat digunakan didalam karena fungsinya berbeda. Serta jangkauan untuk memantaunya pun juga berbeda dengan CCTV bagian dalam ruangan.

Cara Memilih DVR Sesuai Kebutuhan

Dalam memilih produk DVR CCTV yang sesuai kebutuhan makan anda perlu mempertimbangkan kemampuan, kinerja, kualitas, kehandalan, dukungan, kompatibilitas dan harga DVR tersebut. Teknologi yang digunakan dalam perangkat DVR terus berkembang sehingga sangat untuk memahami apa yang ditawarkan dan yang lebih penting, apa yang Anda butuhkan.
DVR standard akan menghubungkan sinyal kamera analog ke perekam dengan konektor BNC. Namun saat ini sudah tersedia DVR yang mampu merubah sinyal kamera dalam format digital dan menyimpan rekaman video CCTV tersebut melalui koneksi jaringan. Network Video Recorder atau NVR adalah jenis DVR yang hanya mampu menerima data melalui kamera yang terhubung melalui jaringan. Digital Video Recorder jenis “High End” mampu menerima sinyal analog maupun digital dan memiliki berbagai fungsi dan fitur yang memudahkan penggunanya. Bila anda memerlukan aplikasi sistem pengawasan keamanan yang lebih besar dan lebih tinggi, jenis DVR ini adalah pilihan terbaik.

Fitur DVR high end memiliki fitur tertentu yang cocok untuk aplikasi yang lebih rumit. Fitur ini akan meliputi:
  • Rekaman video CCTV dengan resolusi yang lebih tinggi untuk memberikan kualitas pemutaran yang lebih baik.
  • Kapasitas yang lebih besar untuk memungkinkan banyak video yang mampu direkam untuk waktu yang lama pada frame rate dan kualitas tertinggi.
  • Memiliki kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem CCTV yang besar.
  • Memiliki kualitas yang baik untuk memastikan integritas sistem walaupun beberapa komponen tertentu kurang berfungsi dengan baik.
  • Tersedia cara untukmenganalisis, menyalin dan mengirimkan rekaman dalam jumlah massal saat terjadi insiden besar.
  • Memiliki fasilitas pencarian analitik yang lebih detil sehingga memungkinkan rekaman video dalam waktu hari minggu atau bulan mudah disaring dengan sangat cepat.
Kekurangan dan Kelemahan DVR Murah

Beberapa produsen akan berusaha untuk menyembunyikan kekurangan kelemahan DVR dan CCTV murah mereka dengan mempromosikan angka kinerja yang tidak dapat dicapai dalam instalasi normal. Resolusi D1 hanya mampu menghubungkan sejumlah kecil kamera yang direkam pada kecepatan lambat dengan kompresi tertinggi (yang berari kualitas video yang rendah). Hal ini tidak berarti produk DVR tersebut buruk, tetapi ia menunjukkan keterbatasan DVR tersebut yang biasanya diproduksi untuk memenuhi harga jual DVR murah. Inilah sebabnya anda perlu harus menentukan terlebih dahulu kebutuhan anda sebelum memilih DVR.

Faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli DVR Murah
  1. Kapasitas simpan suatu DVR
    Dengan merekam banyak sumber video dengan pengaturan kualitas gambar yang tinggi akan menghasilkan ukuran data yang lebih besar. Beberapa jenis DVR tidak kompatibel dengan tipe hard disk tertentu untuk merekam video sesuai dengan kualitas atau durasi rekaman yang diinginkan. Sehingga sangat penting untuk menentukan faktor kapasitas simpan DVR saat memilih sebuah Digital Video Recorder. Banyak DVR yang memiliki pengaturan default yang membuat ia mampu merekam untuk waktu yang sangat lama tapi dengan mengorbankan kualitas gambar video yang direkam. Pastikan bahwa Digital Video Recorder yang Anda pilih memenuhi semua tujuan Anda.

  2. Integrasi dengan Aplikasi Sistem Keamanan
    Aplikasi sistem keamanan yang tinggi akan melibatkan berbagai teknologi dari berbagai produsen yang masing-masing melakukan fungsi yang berbeda. Agar dapat bekerja dengan baik dan optimal maka DVR yang anda pilih harus mampu “berbicara” dengan bahasa yang sama atau kompatibel dengan perangkat lainnya. Hal ini terutama berlaku untuk jaringan peralatan seperti kamera IP yang diproduksi oleh perusahaan yang berbeda merek dengan DVR yang anda beli. Dianjurkan untuk memeriksa bahwa Digital Video Recorder tersebut kompatibel dengan perangkat lunak dan aplikasi sistem keamanan yang anda pilih.

  3. Daya Tahan DVR
    Suatu DVR yang baik harus mampu digunakan dalam waktu yang lama dalam lingkungan yang profesional. Tidak seperti jenis peralatan rumah tangga biasa, perekam CCTV biasanya digunakan terus menerus selama 24 jam per hari, 7 hari per minggu selama bertahun-tahun. Inilah sebabnya perlu sangat dipertimbangkan jenis DVR yang mampu memiliki kualitas yang kuat dan daya tahan lama.

    Hard disk sebagai media penyimpan harus selalu berada pada suhu kerja yang aman dan terisolasi dari getaran yang tidak perlu. DVR berkualitas baik harus dapat memantau kondisi hard drive dan dapat melaporkan masalah kepada pengguna sebelum harddisk gagal berfungsi. Dengan cara ini, rekaman video cctv yang berharga bisa diselamatkan. Suatu DVR berkualitas tinggi akan mampu bekerja baik selama sepuluh tahun atau lebih.

    Kebanyakan produsen yang baik akan memberikan garansi dvr produk mereka selama beberapa tahun atau menyediakan perbaikan service gratis. Jika Anda ragu, mintalah referensi dengan seseorang yang telah menggunakan produk yang Anda pilih. Dengan cara ini Anda dapat menentukan apakah produk dvr tersebut sesuai dengan kebutuhan anda.

  4. Power, Panas dan Kebisingan
    Faktor ini memiliki pengaruh penting terhadap keberhasilan dari sistem operasi CCTV. Konsumsi daya secara langsung berkaitan dengan jumlah panas yang dihasilkan. Peralatan yang menghasilkan panas cenderung menggunakan kipas untuk mengeluarkan panas tersebut. Kipas tersebut dapat mengeluarkan bunyi yang cenderung berisik. Dengan memilih peralatan berdaya rendah akan memiliki efek yang menguntungkan yaitu yang pertama, tagihan listrik Anda akan lebih rendah. Menggunakan DVR berdaya rendah akan mengurangi atau mungkin meniadakan kebutuhan untuk pendingin seperti AC. Peralatan yang menghasilkan lebih sedikit panas akan cenderung menggunakan sedikit kipas yang beroperasi pada kecepatan yang lebih lambat. Akibatnya tentu suara yang dihasilkan akan tidak terlalu menganggu.

  5. Rekaman Video untuk Bukti Suatu KejahatanJika Anda menderita sebuah kasus kejahatan, Anda mungkin akan dimintai salinan semua rekaman video CCTV yang telah direkam oleh polisi. Dengan demikian anda perlu mempertimbangkan apakah perekam yang Anda pilih dapat memberikan hal ini dan ia juga masih dapat bekerja seperti biasa. Dalam beberapa kasus, Polri akan menyita alat perekam jika rekaman video tidak tersedia. Apakah DVR Anda memungkinkan isi harddisk akan mudah dihapus, atau ia mampu menyalin isi rekaman video dengan cepat?

  6. Analisis & perangkat pencarian
    Analisis yang dimaksud adalah istilah yang biasanya mengacu pada alat untuk membantu tugas-tugas pengawasan CCTV yang sulit dan memakan waktu bila dilakukan oleh manusia. Tools dari DVR dapat berupa fitur deteksi gerak pada gambar CCTV. Dengan fitur dan analisis yang canggih maka akan mendeteksi perilaku manusia yang berpotensi terjadinya aksi terorisme, kekerasan, pencurian dan lain-lain. Tugas analasis ini dapat dilakukan pada secara langsung secara live dan juga pada rekaman video sehingga dapat digunakan untuk banyak tugas pengawasan keamanan seperti kontrol lalu lintas hingga pemasaran.

    Karena rekaman video CCTV dapat memiliki durasi dan waktu yang panjang, mencari peristiwa tertentu dalam rekaman CCTV bisa sangat menantang dan memakan waktu. Berbagai alat telah dikembangkan baik hardware dan software untuk membantu tugas ini. Bila anda membutuhkan fitur analisis ini, tanyakan hingga jelas dengan distributor DVR yang Anda pilih sebelum memutuskan untuk membelinya. Banyak fitur yang Anda butuhkan mungkin sudah tersedia di Indonesia. Pendeteksi plat nomor kendaraan misalnya, kini digunakan secara luas di berbagai belahan dunia.
Ada pepatah yang mengatakan “Anda akan mendapatkan apa yang Anda bayar (you get what you pay for” dan sampai batas tertentu, hal ini tetap berlaku untuk peralatan kamera CCTV dan DVR. Mungkin anda akan berhenti sejenak untuk mengagumi kualitas gambar dokumenter satwa liar atau pertandingan sepakbola piala dunia saat berjalan-jalan ke toko elektronik. Kualitas peralatan yang digunakan untuk membuat gambar beresolusi tinggi tersebut tentu tidak ber-harga murah. Jika tujuan Anda adalah sistem keamanan CCTV dengan kinerja tinggi, maka yang anda perlukan tentunya juga sama. Harga memang tak bisa bohong.

Senin, 22 Juni 2015

Mengatasi Drop Tegangan pada Camera CCTV


Salah satu upaya mengatasi drop tegangan pada camera adalah mengganti adaptor dengan rangkaian Adjustable DC Regulated Power Supply. Sebagaimana diketahui, masalah yang kerapkali muncul dalam instalasi camera adalah soal penempatan plug-in dimana kita jarang sekali mendapatkan sumber 220VAC di dekat camera, kecuali dengan menarik kabel listrik ke titik itu. Penempatan adaptor atau power supply yang jauh mendatangkan masalah drop tegangan. Hal tersebut tampak pada analisa di bawah ini:


Arus camera adalah arus yang tercantum dalam brosur spesifikasi. Misalkan dalam spesifikasi dinyatakan 300mA@12VDC, maka pada tegangan 12VDC camera "memakan" arus sebesar 0.3A untuk operasionalnya.

Di sisi lain, kabel penghantar yang panjang akan memiliki apa yang disebut dengan resistansi dalam (disimbolkan dengan huruf r kecil). Sesuai dengan hukum Ohm, maka arus yang mengalir melalui satu nilai resistansi akan membangkitkan tegangan sebesar arus (I) dikali nilai resistansi itu (r). Ilustrasi di atas memperlihatkan kabel merah-hitam yang biasa dipakai pada instalasi alarm dan PABX, kali ini dipakai untuk menyuplai tegangan camera pada jarak 30m. Misalkan, pada kabel merk tertentu diperoleh nilai r sebesar 3 ohm, maka tegangan drop yang terjadi di satu kabel adalah: arus camera dikali resistansi kabel, yaitu 0.3A x 3 ohm = 0.9 Volt. Jika dijumlahkan, maka untuk jarak 30m, tegangan adaptor plug-in sudah berkurang sekitar 1.8 VDC. Akibatnya, tegangan di camera sebenarnya hanya sekitar 10,2 volt saja. Inilah problematika yang mungkin pernah kita hadapi.

Pada bahasan selanjutnya, kami akan menjelaskan solusi alternatif dalam mengatasi masalah yang "klasik" ini. Salah satunya adalah dengan memakai rangkaian adjustable DC regulated power supply. Kendati belum dijelaskan secara detail, namun diagram di atas kiranya sudah memberikan gambaran yang gamblang mengenai apa yang dimaksud. Namun, jika belum jelas, nantikanlah posting kami selanjutnya seputar masalah ini, termasuk bagaimana cara praktis untuk mengetahui resistansi kabel yang dipasang.

Sabtu, 20 Juni 2015

Bagaimana Mengukur Kesuksesan Sebuah Kamera Pengawas

Apa yang terpikir dalam pemikiran Anda ketika mendengar kamera. Sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk mengambil gambar. Lalu dicetak dalam bentuk lembaran dalam kertas foto. Lalu apa yang terpikir ketika mendengar kata monitor. Sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk menampilkan audio visual pada layar monitor. Dua benda elektronik tersebut menjadi benda yang canggih pada waktunya. Hingga sekarangpun masih sama namun mulai sedikit kurang diminati seiring dengan perkembangan teknologi. Seperti karena perkenalan akan sebuah cctv camera yang kini semakin ramai diperbincangkan.

Padahal kemunculan peralatan elektronik gabungan kamera dan monitor ini sudah diciptakan sejak lebih dari tujuh puluh tahun yang lalu. Perjalanannya pun cukup baik walaupun sangat tenang. Dalam artian ketika baru pertama kali muncul begitu mengehbohkan. Kemudian dalam perjalanannya tidak terdengar pemberitaan mengenai CCTV yang begitu booming kembali. Namun tidak mati ataupun dilupakan orang. Sebaliknya, kini CCTV kembali dikenal sangat baik kembali dan dibutuhkan banyak orang hingga diberbagai negara. Di Indonesia sendiri CCTV menjadi barang yang sangat penting. Mengingat kejadian pencurian, pembunuhan, perampokan, dan kurang menyenangkan semakin gencar terjadi. Dengan kata lain keberadaan CCTV menjadi mata kedua untuk menangkap kejadian yang luput dari perhatian seseorang.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa dengan keberadaan CCTV pun, para pelaku kejahatan tetap tidak takut untuk melakukan aksinya. Walaupun kamera dan monitor terus bekerja mengawasi gerak-gerik mereka, namun seakan itu hanyalah barang yang dapat dikelabui. Namun lagi-lagi karena kecanggihan teknologi, CCTV tetap dapat merekam dan menampilkan sosok mereka dengan jelas.

Fakta pun berbicara mengenai berbagai kejadian yang terjadi selama ini. Dan berkat keberadaan CCTV maka sedikit demi sedikit para pelaku berhasil menerima balasan yang setimpal oleh pihak yang berwenang. Kejadian pencurian tidak hanya dapat terjadi di rumah, kini semenjak ada CCTV, supermarket 24 jam pun begitu mudah untuk dimasuki seorang sampai sekelompok pencuri. CCTV berhasil merekam setiap aksi kejahatan mereka. Ketika CCTV terpasang di sisi yang tepat seperti di sudut sampai bagian kasir supermarket, maka para pelaku akan mudah dikenali. Kejadian pembunuhan pun dapat direkam cukup baik oleh cctv camera. Di beberapa tempat bahkan yang sempat menjadi pemberitaan, CCTV berhasil merekam aksi kejahatan pembunuhan.

Sebuah CCTV yang terpasang baik di luar rumah berhasil merekam aksi pembunuhan yang terjadi tidak jauh dari rumah tersebut. Bahkan dapat merekam aksi teroris atau bom bunuh diri yang dulu sempat menghebohkan layar kaca televisi Indonesia. Kejadian perampokan yang kerap melanda sebuah bank juga berhasil direkam oleh CCTV. Walaupun mungkin para pelaku kejahatan tidak terlihat wajahnya, namun karena kecerdikan pihak kepolisian, mereka pun dapat segera dijebloskan ke penjara. Jangan main-main dengan CCTV, kamera berukuran kecil. Walaupun terpasang tinggi di langit-langit, ada di sudut, atau tempat sempit, benda elektronik ini berfungsi secara profesional. Terlebih lensa kamera CCTV mampu berputar dengan sudut hingga tiga ratus enam puluh derajat. Mengalahkan pandangan mata yang hanya mampu memandang sebatas sudut seratus delapan puluh derajat.

Pencipta CCTV yang awal mula belum berpikir bahwa ternyata kamera yang diciptakan mampu membawa pengaruh positif banyak negara, ketika mengetahui berita baik akan temuannya, kini W. Blurch jika masih hidup, tentu dapat tersenyum senang. Seorang yang hanya berniat menciptakan kamera untuk merekam peluncuran roket kini seiring dengan perkembangan zaman, membuat cctv camera lebih berguna.

Rahasia DVR Dalam Perangkat CCTV

Sebuah perangkat elektronik akan bekerja optimal jika terdapat saling berkesinambungan antar komponen. Seperti tubuh jika hanya memiliki tangan tanpa ada kaki maka seseorang tidak mampu berjalan meskipun mampu menulis, membaca, makan, dan yang lain. Sebuah CCTV pun juga demikian, hanya kamera CCTV tanpa layar monitor, maka tidak berfungsi baik. Namun dua komponen itu saja ternyata belum cukup. CCTV masih memerlukan dukungan berupa dvr cctv. DVR merupakan singkatan dari digital video recorder yang harus ada dalam CCTV guna menyambungkan rekaman kamera menuju layar monitor. Tanpa ada DVR maka CCTV hanyalah kamera biasa yang tidak mampu terlihat apa saja obyek yang terbidik oleh lensa. Sehingga DVR diproduksi guna mendukung kinerja dari kamera keamanan seperti CCTV.

DVR bekerja keras untuk menjaga rekaman kamera dalam monitor tetap aman. DVR bekerja keras menampilkan setiap sisi kinerja CCTV dengan optimal. Kamera akan dapat menangkap setiap obyek dengan baik, menghasilkan proporsi video yang direkam secara optimal, bahkan dengan adanya DVR maka mampu dihubungkan ke perangkat internet. Sebuah CCTV tidak hanya sekadar kamera yang merekam obyek di tempat tertentu. Namun juga berfungsi untuk menyimpan hasil rekaman secara optimal yang tersimpan dalam flash drive USB atau semacam hard disk. Seperti komputer yang sudah dibekali media penyimpanan dengan kapasitas tertentu. Dan memang jika kapasitas pada DVR habis maka perlu memindah kapasitas yang telah terpakai dalam media lain.

Bagi beberapa orang memang belum mengenal baik apa itu DVR. Sayang jika Anda juga hanya sebatas mengenal CCTV tanpa mengenal komponen DVR yang berperan besar dalam kinerja CCTV itu sendiri. Sebelum menjelaskan lebih jauh peran DVR, pernahkah Anda berpikir bagaimana satu layar monitor dapat merekam beberapa tempat. Anda tentu pernah melihat layar monitor CCTV yang terbagi menjadi empat sampai beberapa yang merekam kegiatan setiap tempat secara berbeda-beda. Satu layar monitor memang cukup untuk menayangkan rekaman dari beberapa CCTV Namun CCTV tidak mampu merekam beberapa tempat secara bersamaan.

Perlu CCTV dengan jumlah yang sesuai keperluan pemasangan. Lalu bagaimana praktisnya layar monitor menampilkan beberapa rekaman jadi satu tentu karena peran DVR. Komponen dvr cctv yang membuat satu layar monitor terbagi dalam beberapa tempat. Sehingga pengawas layar monitor cctv tidak perlu melihat layar monitor sejumlah CCTV yang terpasang. Jauh sangat lebih praktis dan tentu saja tidak melelahkan mata pengawas. Jika Anda berencana menempatkan di rumah karena kebetulan lokasi tempat tinggal Anda sedang rawan pencurian, maka DVR aka berperan dengan baik. Anda pun tidak akan capek mengawasi monitor karena cukup satu buah layar monitor saja yang akan Anda lihat. Apa jadinya jika DVR tidak terdapat dalam CCTV. Anda tentu butuh membeli monitor sesuai jumlah CCTV yang terpasang yang tentu saja akan memboroskan.

Produksi CCTV memang telah dipikirkan secara matang. Terlebih CCTV berperan sebagai kamera untuk menjaga setiap tempat dengan lebih aman. Dukungan dari dvr cctv semakin menjadikan CCTV lebih bekerja secara akurat sebagai kamera pengawasan. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki CCTV perlu melihat sudah berapa banyak kapasitas DVR yang terpakai. Jika sudah hampir penuh, lebih baik pindah pada hard disk lain. Atau pilih rekaman yang menurut Anda penting utnuk tetap disimpan atau hapus jika selama itu, CCTV tidak merekam kejadian yang penting.

Jumat, 19 Juni 2015

DVR CCTV Anda Dibajak? Bagaimana Mengatasinya?

DVR CCTV dibajak? Apakah Anda pernah mengalami hal ini? Mungkin, Anda baru pertama kali mendengar mengenai pembajakan DVR CCTV ini, namun, hal ini dapat terjadi. Dan, bila Anda mendapatkan masalah ini, dipastikan Anda pasti akan mendapatkan masalah yang lebih besar lagi. Ada beberapa hal yang menyebabkan orang yang tidak bertanggung jawab, mampu melakukan hal ini.
Yang pertama adalah Anda menggunakan DVR model lama. Biasanya, model lama ini menggunakan sistem Linux yang tidak terlalu kuat dalam menangkal serangan dari para black hat hacker ini. Parahnya lagi, Anda langsung menyambungkan DVR CCTV Anda ke jaringan internet di rumah Anda. Ada beberapa produk DVR yang memand dibuat dengan kemampuan ini. Dan, dengan menyambungkan DVR ke jaringan internet, Anda dapat mengakses CCTV di rumah Anda melalui Smartphone atau gadget lainnya dan melihat secara langsung apa yang terjadi di rumah Anda, kapan pun dan dimana saja Anda berada. Hal ini tentunya sangat berguna, bila Anda sedang bepergian ke luar rumah atau ke luar kota. Jadi, bila terjadi sesuatu, maka Anda dapat segera menghubungi pihak kepolisian atau keamanan lokasi rumah Anda, agar masalah yang terjadi dapat segera diatasi.

Tetapi, sambungan langsung ke internet ini bukan hanya membawa manfaat lebih untuk sistem keamanan rumah Anda. Hal ini juga dapat menjadi sumber malapetaka. Karena ada sambungan langsung ke jaringan internet ini, alamat IP DVR CCTV Anda dapat dengan mudah didapat oleh para hacker dan dari sini terbuka pintu untuk mengendalikan CCTV Anda. Apa yang dilakukan para hacker dengan pembajakan DVR CCTVini? Ada banyak yang mereka bisa lakukan. Mereka dapat menggunakan CCTV Anda untuk mengamati Anda secara diam-diam. Artinya, privasi Anda sudah tidak terlindungi lagi disini. Mereka juga dapat menggunakan kemampuan ini untuk melihat situasi rumah Anda. Bila Anda sedang keluar rumah, mereka dapat mengetahuinya dan menggunakan kesempatan tersebut untuk masuk dan mencuri di rumah Anda. Yang lebih parah, mereka dapat menghapus rekaman dari CCTV Anda. Jadi, setelah mereka melakukan pencurian atau kejahatan lain, mereka dapat dengan mudah menghapus bukti kejahatan mereka.

Untuk menanggulangi masalah ini sebenarnya cukup mudah. Anda hanya harus menggunakan dvr dan sistem keamanan CCTV yang paling baru. Memang akan membutuhkan biaya lebih, tetapi, manfaat yang Anda dapatkan juga sesuai dengan harga yang Anda bayar. Selain itu, gunakan jenis firewall profesional, jangan mencari yang gratis. Firewall level profesional akan mempunyai pertahanan yang lebih tangguh yang dapat menangkal para hacker nakal yang ingin mengintip kehidupan Anda dengan membajak CCTV Anda. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan yang terbaik untuk keamanan Anda dan keluarga Anda.

4 Fakta atau Mitos Seputar CCTV Cameras



Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan CCTV cameras, tetapi ada fakta dan mitos CCTV cameras yang cukup menarik untuk diketahui. Berikut beberapa diantaranya.

1. CCTV Cameras hanya merekam gambar saja
Banyak orang beranggapan bahwa cctv cameras hanya dapat merekam gambar saja. Hal ini adalah mitos. Faktanya, sudah banyak produk CCTV yang dilengkapi dengan internal microphone yang dapat juga merekam suara di area dimana kamera CCTV ini dipasang. Jadi, keamanan rumah Anda akan lebih terjamin dengan adanya fitur ini. Yang menarik, kamera CCTV tidak hanya mampu merekam gambar dengan kualitas biasa-biasa saja.

Saat ini, kita juga dapat menemukan produk CCTV yang dapat merekam gambar dengan kualitas HD. Hal ini dapat memberikan Anda rekaman yang sangat detail mengenai kejadian di rumah Anda. Bukan hanya itu, CCTV dengan kemampuan pendeteksi panas juga dijual bebas saat ini. CCTV model ini dapat merekam siapapun yang memasuki rumah Anda, meskipun keadaan disekitar gelap gulita. Biasanya CCTV model ini menggunakan sumber listrik tersendiri, sehingga bila terjadi pemadaman listrik, CCTV ini masih dapat bekerja dan merekam gambar. Saat ini CCTV juga dapat disambungkan dengan jaringan internet. Hal ini membuat Anda dapat melihat kondisi rumah Anda melalui CCTV Anda dengan mengakses internet.

2. Harga CCTV mahal
Tetapi, banyak orang beranggapan bahwa CCTV jenis ini mempunyai harga yang sangat mahal. Hal ini juga termasuk mitos. Yang menentukan mahal atau tidaknya sistem CCTV rumah Anda adalah aksesoris yang Anda gunakan sebagai pelengkap sistem keamanan ini. Selain itu, untuk perlindungan terbaik rumah Anda, bolehkan mengeluarkan biaya lebih? Tetapi, CCTV yang dapat dihubungkan dengan jaringan internet ini memang lebih rumit untuk dipasang, dibandingkan dengan CCTV analog dan model lainnya. Anda mungkin membutuhkan bantuan dari tenaga ahli yang biasanya disediakan oleh toko dimana Anda membeli sistem CCTV ini untuk memasangkannya di rumah Anda.

3. CCTV menghabiskan bandwidth
Banyak orang berpikir bahwa penggunaan IP CCTV akan memakan bandwidth internet Anda. Memang, akan dibutuhkan bandwidth yang cukup besar, apalagi bila CCTV Anda merekam gambar dalam format HD dengan ukuran file yang cukup besar. Namun, bila Anda menggunakan layanan internat yang berkualitas dan tentunya bandwidth yang cukup besar, maka hal ini tidak akan menjadi masalah. Biasanya hal ini juga tidak akan menjadi masalah, karena proses download atau pengiriman video ini tidak dilakukan secara terus menerus, tetapi saat Anda membutuhkannya saja.

4. CCTV adalah untuk tempat-tempat ekslusif
Yang terakhir banyak orang berpikir bahwa cctv cameras hanya dibutuhkan untuk gedung-gedung penting, sekolah, bank atau rumah-rumah besar. Hal ini adalah mitos dan pemikiran yang salah. Kita semua tahu, tingkat kejahatan saat ini terus meningkat dan dibutuhkan perisai untuk melindungi diri Anda dari semua itu. CCTV dapat menjadi solusi tepat untuk kebutuhan ini.

Selasa, 16 Juni 2015

Alasan Video Out BNC DVR Jangan Digunakan Pada TV LCD Besar

Dulu DVR menggunakan interface output video BNC/RCA sebagai keluaran pada TV/Monitor. Saat itu belum dikenal istilah HD (High Definition). Seiring berkembangnya teknologi, output video VGA menjadi hal yang umum pada DVR untuk memenuhi output dengan resolusi tinggi walaupun belum bisa diebut dengan HD.

Di kalangan praktisi IT/teknik komputer resolusi VGA berikut sudah tidak asing didengar.
DVR dengan dua output video BNC dan VGA adalah fitur umum. Kedua output tersebut lazim digunakan secara paralel. Tak lama setelah keluar standar Broadcast TV dengan resolusi HD beberapa brand DVR sudah mulai menggunakan output port HDMI.

Sekarang, di era cctv dengan resolusi HD over coax, semua DVR sudah dibekali dengan output port HDMI sebagai keluaran utama video nya. Bahkan produk line up HDCVI Dahua hampir semuanya sudah tidak menggunakan lagi output video BNC kecuali tipe DVR untuk keperluan industri.

Sebelum saya lanjutkan ada satu hal yang harus dibedakan antara resolusi output video DVR dan resolusi kamera (resolusi view dan record). DVR dengan output VGA, resolusi output videonya bisa mencapai 1920x1080. Resolusi view/record kamera cctv analog mentok di D1(720x576) dan 960H (960x576). Resolusi view/record kamera cctv HD adalah 1280x720 dan Full HD adalah 1920x1080.

Tahukah anda berapa resolusi output video BNC/RCA? Seperti kita ketahui ada 2 sistem warna pada output video BNC/RCA, yaitu PAL dan NTSC. Berikut adalah tabel resolusi output video BNC/RCA PAL dan NTSC.
Dari tabel di atas terlihat resolusi PAL dan NTSC setara dengan D1. Dulu TV/monitor yang menggunakan teknologi CRT, menggunakan parameter TV lines sebagai tingkat ketajaman gambar. Semakin tinggi nilai TV lines maka semakin tajam gambar yang dihasilkan. Dan gambar yang dihasilkan pada output video BNC masih terlihat tajam dan jernih walaupun menggunakan TV/monitor yang besar. Sekarang TV/monitor berteknologi LCD dan LED menggunakan parameter pixel. Resolusi standar broadcast HD adalah 720p (1280x720).

Berdasarkan penjelasan resolusi tersebut maka saat output video BNC dimasukan ke TV/monitor LCD/LED dengan ukuran besar akan sangat terasa gambar yang ditampilkan sangat buruk (buram). Sangat terasa lagi tatkala mengakses menu. Karena ketimpangan resolusi antara output video BNC dengan resolusi kamera cctv HD, output video BNC sudah sulit untuk ditemukan. Kalaupun ditemukan pada DVR Industrial Case, semata untuk mengakomodir keperluan distribusi output video ke ruangan yang lain semisal ruangan pos satpam.

Sekian artikel cctv kali ini, semoga bermanfaat.

Merekam CCTV ke PC dengan DVR Card

Alat perekam cctv saat ini beraneka ragam. Mulai dari usb dvr hingga dvr standalone. Nah kalau yang satu ini lain lagi. Namanya DVR Card.
Menggunakan DVR card, Anda bisa langsung merekam 4 kamera sekaligus ke hardisk PC. Dengan alat ini, Anda juga bisa melihat semua gambarnya dalam 1 layar monitor.

Perekam cctv ini bisa merekam dalam format digital ke hard disk. Karena memang khusus dirancang untuk merekam cctv, maka hasilnya juga maksimal.
  • Anda bisa mengatur dan memilih sendiri mode perekaman, diantaranya;
  • Motion detection recording, merekam hanya saat terdeteksi ada gerakan
  • Around the clock recording, merekam secara terus menerus
  • Pre-schedule recording, waktu perekaman dijadwalkan
  • Post alarm recording, terdapat fungsi alarm
  • Kualitas tampilan dan recording 240 fps (NTSC) dan 200 fps (PAL). Dengan resolusi video 320×240, 640×480, 720×240, 720×480.
Cara menggunakan cctv komputer:
Pasang cctv card ini ke slot pci komputer. Lalu hubungkan konektornya dengan kamera cctv. Install driver dari CD bawaannya. Dvr card sudah siap digunakan.
Selain itu, Anda juga dapat meng-capture gambar kemudian mencetak nya. Fungsi ini akan sangat berguna apabila Anda ingin menjadikan beberapa bagian video tersebut menjadi gambar. Seperti kasus pembuangan bayi di pom bensin yang terjadi beberapa waktu lalu. Gambar si ibu pembuang bayi sekilas terekam di kamera cctv. Nah, dari situ gambar di capture kemudian dicetak sebagai bahan petunjuk polisi melacak ibu sang bayi.

Fitur Utama cctv komputer:
  • Profesional GUI user interface
  • Built in motion detector
  • Recording resolution up to 720×480(NTSC) and 720×576(PAL)
  • 480 fps recording rates
  • 1280×1024 screen resolution
  • Support DVR-Net I/O card (optional)
  • Support DVR keyboard & IR remote controller (optional)
3 in 1 combo card:
  • 16 channel video/audio recording and real time display
  • Video noise filter function
  • Hardware watchdog feature
  • TV output support
  • Hybrid cctv komputer support backup to DVD (optional)
System requirements:
  • OS windows 2000/xp/server 2003/vista
  • CPU pentium 4-2.8GHz
  • Memory 2×256 dual DDR400 SDRAM
  • HDD 120-250GB
  • VGA ATI radeon 9550
  • DirectX Version 9.0 atau versi diatasnya
Main application:
  • mpeg4, h264, wavelet compression
  • Round the clock, motion detect, scedule recording
  • Embedded PTZ control protocols
  • Unattended and missing object detection
  • Smart/object/index search
  • Object counting/index/tracking

MUDAHAN-MUDAHAN BERMANFAAT BAGI KALIAN SEMUA.......!!!!!!!!!!!!!!

Jumat, 15 Mei 2015

Penyebab Kamera CCTV Video Lost dan Cara Mengatasinya

Tujuan utama seseorang membeli CCTV adalah untuk meningkatkan keamanan rumah atau bisnisnya dengan melakukan pengawasan melalu kamera yang kemudian direkam dan dtransfer ke layar monitor. Tapi bagaimana bila fungsi utama itu tidak bisa dilakukan karena tiba-tiba layar monitor pemantau Anda kehilangan gambar dan berwarna biru? Mengapa bisa terjadi seperti itu?
Kasus diatas memang merupakan salah satu masalah yang sering muncul dalam penggunaan sistem CCTV. Istilah yang sering digunakan untuk menyebut masalah tersebut adalah video loss atau yang sering disingkat Vloss. Saat itu terjadi, layar monitor salah satu channel kamera atau bahkan semuanya akan berubah menjadi biru disertai tulisan Vloss yang muncul di layar monitor.
Vloss terjadi tentu saja bukan tanpa penyebab. Ada beberapa penyebab yang bisa membuat Vloss terjadi. Tapi, secara umum Vloss muncul karena tidak ada aliran listrik atau paket CCTV kehilangan sinyal video dar kabel coaxial kamera CCTV menuju DVR. Bila hal vloss terjadi pada sistem CCTV Anda tak perlu panik dulu. Ketahui apa penyebabnya kemudian Anda bisa mengatasinya toh hal tersebut adalah hal yang wajar dialami oleh setiap paket CCTV. Berikut bebrapa penyebab terjadinya Vloss:



  • Adaptor Mati

  • REMOTE VIEWING melalui FREE DOMAIN pabrikan



    DVR merk RUGERSSON dijual dengan FREE DOMAIN. Dalam arti anda-anda semua yg memiliki akun Internet dengan IP dinamis (atau paket SPEEDY dibawah/lebih murah daripada paket FAMILIA) bisa menggunakan FREE DOMAIN milik RUGERSSON yaitu www.dvrcenter.com tanpa perlu dipusingkan buka akun di DYNDNS.COM atau NO-IP.com .

    Kelemahan dari FREE DOMAIN, adalah hampir tidak bisa digunakan untuk viewing via MOBILE PHONE kalaupun bisa terlalu lama untuk terhubung.

    Tapi apabila anda hanya melakukan pemantauan jarak jauh via PC saja, cara ini sangat recommended karena Kelebihannya adalah update otomatis dari DVR-nya langsung yg bisa di set 1 menit sekali (bandingkan dengan no-ip.com yang 6 menit sekali, atau DYNDNS yang 15 menit sekali).

    Anda juga bisa menggunakan seting FREE DOMAIN dan seting NO-IP.com secara bersamaan, isikan semua seting FREE DOMAIN ini dan seting NO-IP.com, dan gunakan FREE DOMAIN untuk viewing via PC dan NO-IP.com untuk via MOBILE PHONE.



    WARNING: HANYA BISA DIJALANKAN DI INTERNET EXPLORER!

    www.dvrcenter.com terdeteksi oleh beberapaANTI VIRUS  sebagai website berbahaya (terutama apabila anda memakai McAfee Internet Security), anda akan diperingati oleh McAfee Website Advisor untuk berhati-hati atau 'VISIT ANYWAY' pilih VISIT ANYWAY . Mirip seperti website2 FILE SHARING seperti FILESONIC, BITTORRENT, SUMOTORRENT, McAfee melabelinya sebagai SUSPICIOUS, karena ANTIVIRUS ini terlalu sensitif. Tapi apabila anda menggunakan BITDEFENDER, semua ok-ok saja.

    Ketika anda masuk pertama kali akan ada tampilan seperti ini:


    Pilih untuk 'register', buat username dan password.


    SETTING DVR
    Masuk ke MAIN MENU, masukan IP ADDRESS 192.169.1.129, Media Port 34567, HTTP port 80.
    Setelah memiliki USERNAME dan PASSWORD masukan ke dalam setingan di DVR. Klik NET SERVICE



    masuk ke NET SERVICE, double click ARSP ,


    setelah masuk, centang ENABLE, masukan username dan password yg telah anda buat sebelumnya, klik OK.



    MARI KITA COBA

    Untuk melakukan percobaan remote viewing anda harus mencobanya dari jaringan yang TIDAK SAMA dari jaringan INTERNET yang anda pakai untuk DVR. Pergi ke MALL cari WIFI atau pakai jaringan 3G handphone seperti modem HUAWEI untuk IM2, etc.

    Setelah jauh!

    Buka halaman Http://www.dvrcenter.com




    masukan username dan password, maka akan masuk ke halaman seperti ini :



    klik 'examine' maka anda akan masuk ke halaman seperti ini,





     Masukan username dan password DVR, biasanya anda mungkin harus diperintahkan untuk login pertama kali menginstall IE-ACTIVE X control, apabila gagal maka halaman dibawah ini tidak akan muncul, apabila masih belum muncul matikan FREE DOWNLOAD MANAGER, matikan FIREWALL & ANTIVIRUS, untuk akses ke-2 kalinya dan seterusnya nyalakan kembali ANTIVIRUS dan FIREWALL, maka anda akan masuk ke :

    IP CAM BASIC, menghubungkan kamera IP ONVIF ke NVR

    Cara menghubungkan IP CAMERA ber-POE

    Tenda POE 1300E tersedia banyak di pasar Indonesia dengan standar IEEE802.3AF harga cukup murah sekitar 19USD untuk kamera POE IEEE802.3AF

    TP-LINK 4 PORT POE& 4 PORT DATA model TL-SF1008P, cukup murah sekitar USD48-USD55, tersedia banyak di pasaran. Standar kamera maximum adalah POE IEEE802.3AF

    • Rubah ip bawaan ipcamera biasanya defaultnya 192.168.1.10 / 192.168.1.2 atau lihat di dus ipcameranya lalu panggil alamat ipcamera tersebut menggunakan internet explorer http://192.168.1.10 akan diminta username dan password



    • Masukan username dan password lalu masuk ke bagian konfigurasi network lalu rubah dengan ip address yang baru jangan sampai semua kamera memiliki ip yang sama lalu save



    • Mengoneksikan ipcamera ke NVR
      Masuk menu di nvr masukan username dan password NVR lalu masuk ke bagian system ---- digital ----- digital chanel klik add

    • Lalu klik search



    Double klik ipcamera yang akan di masukan ke nvr masukan username dan passwordnya lalu ok beri tanda cheklist pada ipcamera yang sudah di add tadi lalu klik ok.



    YANG PERLU DIPERHATIKAN

    • IP address untuk setiap kamera dan NVR SAMA SEKALI TIDAK BOLEH SAMA !
    • Jarak dari kamera ke switch hub POE maximum 100 meter dalam keadaan apapun (bisa lebih rendah apabila kualitas kabel murah) baik Cat.5 atau Cat.6. Apabila ingin lebih panjang jaraknya bisa menggunakan POE Expander dengan POE Switch utama model IEEE802.3AT

    ANATOMI JARINGAN CCTV

    Tidak akan banyak tulisan tapi banyak gambar di karenakan lebih informatif

    Gambar 1. Anatomi rangkaian CCTV

    Gambar 2. Sambungan DC konektor MALE ke KAMERA

    GAMBAR 3. Sambungan DC konektor Female ke Adaptor Kamera

    Gambar 4. Rangkaian Kabel RG6 untuk ke TV Video In

    Gambar 5. konektor RCA harus di solder dipasang di Kabel RG6/RG59

    Gambar 6. konektor RCA harus di solder dipasang di Kabel RG6/RG59



    TIPS Memilih IP CAMERA

    Hampir setahun sudah tulisan saya terakhir tentang perbandingan IP CAM & CCTV analog di blog kesayangan ini. Sekarang di tahun 2014 ini kita melihat fenomena penurunan harga Chip CMOS untuk IP CAMERA, hampir 90% chip ip camera sudah ber-resolusi HD atau minimal 1280x720 pixel. Sayang sekali penurunan 40% harga Ip camera dari setahun lalu direcoki kenaikan kurs USD terhadap rupiah sebesar 20%, sehingga penurunan harga tersebut bagi orang Indonesia tidak terasa besar.

    Akan tetapi di tahun 2014 ini demand dari IP CAMERA naik signifikan, dari sepengetahuan saya sendiri untuk kota BANDUNG saja, perusahaan semacam ADIRA, SINAR MAS, BANK JABAR BANTEN mulai menggunakan IP CAMERA.HOTEL HOTEL di BANDUNG semisal PAPANDAYAN sudah mulai mengganti kamera CCTV ANALOG ke IP CAMERA. Semenjak ada pemerkosaan mahasiswa Malaysia di UNPAD, universitas orang sunda ini dengan paniknya mengganti semua CCTV dengan IP CAMERA disetiap pintu gerbang dengan alasan plat nomor mobil tidak terbaca walau dengan CCTV analog 800 TV LINES sekalipun. Permintaan dari walikota Bandung Ridwan Kamil untuk CCTV disetiap perempatan juga diterjemahkan dengan penggunaan IP CAMERA secara Cloud Based, dimana software-nya sedang dikerjakan oleh Prof. Suhono dari Elektro-ITB. Satu kenyataan kebanyakan konsumen IP CAMERA biasanya orang yang mengerti IT atau jaringan LAN.

    Dengan segala keunggulan IP CAMERA, saya merasa masih banyak yang belum mengerti bagaimana mendesain sistem IP CAMERA yang Simple, Expandable and Sustainable .


    NVR atau PC SERVER

    Pertama tentang media perekam, haruskah NVR atau PC SERVER, atau gabungan keduanya? Tergantung tujuannya dari pemasangan IP CAMERA itu sendiri, apabila untuk perekaman 24 jam non-stop disarankan menggunakan NVR. Karena NVR harganya jauh lebih murah dari PC SERVER, server termurah dengan prosesor 4 core harganya bisa 2000USD sedangkan NVR bisa dijumpai mulai harga Rp1-2juta untuk 4 sampai 8 kamera.

    Kelebihan dari NVR adalah standar ONVIF , apa sih ONVIF? ONVIF itu semacam forum produsen IP Based CCTV untuk penyamaan standar. Apabila menggunakan NVR yang sudah ONVIF, anda bisa mencampur berbagai macam merk kamera yang sudah ONVIF. Apabila menggunakan PC SERVER misalkan menggunakan 8 kamera, maka ke delapan kamera tersebut harus merk yang sama karena menggunakan software based recording. Saat ini kebanyakan IP CAMERA berstandar ONVIF 2.0.

    Akan tetapi apabila anda ingin mengintegrasikan IP CAMERA dengancustom software misalnya Vehicle Counting, Facial Recognition, Mesin Absensi dll, menggunakan PC SERVER sebuah keharusan. Dan disarankan menggunakan 1 merk tidak di campur. Atau keduanya dipakai NVR+ PC SERVER, NVR untuk merekam kejadian 24 jam, PC Server dipakai untuk tugas DIGITAL FORENSIC, misalkan Facial Recognition feature dipakai untuk Snapshot foto-foto wajah pegawai yang memasuki gerbang gedung tempat bekerja.


    Haruskah NAS Support?

    Pengalaman pasang IP Camera di kampus Ganesha ITB, pihak Unit Sumber Data Informasi ITB (USDI ITB) sebagai pemilik jaringan LAN disana memiliki aturan bahwa Server dan Data Server harus terpisah, jadi di ITB semua SERVER hanya memiliki HDD kecil sementara Data Storage menggunakan NAS (Network Access Storage), dan dalam gedung terpisah. Sehingga pemilihan IP CAMERA pun harus yang sudah mendukung NAS.

    Dengan IP CAM yang sudah mendukung NAS, data file langsung dikirim ke NAS dari kamera langsung tanpa perantara NVR atau Server, NVR atau Server hanya sebagai Traffic Setup Controller. Dengan demikian Storage bisa disembunyikan jauh dari tangan-tangan usil. Dengan memilih IP CAM yang sudah support NAS, berarti IP CAM tersebut juga sudah siap mendukung Cloud Storage.

    100% IP Camera bisa mengirim data ke tampat jauh (cloud) dengan FTP, sayangnya FTP masih belum murni NAS dan tidak aman. Local Storage di server masih dibutuhkan. Hanya segelintir merk IP CAMERA yang mendukung NAS diantaranya, yang saya tahu:


    • FLIR
    • AXIS
    • VIVOTEK
    • HIKVISION (tidak semua model)
    • MILESIGHT (tidak semua model)



    POE atau DC Power

    Sebisa mungkin pilih IP CAMERA yang sudah POE dan gunakan feature POE-nya. Gunakan juga POE switch, contoh yang murah dan handal TP-LINK TL-SF1008P. Kenapa? Lebih tahan terhadap power surge, Daya listrik lebih stabil dan menggunakan lebih sedikit kabel.

    KECUALI

    Untuk kamera traffic di jalan raya, biasanya banyak menggunakan DC Power yang berasal dari UPS + battery Back Up. Supaya bisa terus merakam dan megirim data walau listrik padam.


    SDK

    Apabila anda berencana untuk memakai IP CAMERA untuk pengembangan custom software. Pilih IP Camera yang telah menyediakan SDK yang sudah komplit, misalkan HIKVISION, FLIR, kedua produsen ini memiliki SDK untuk keperluan pengembang software yang komplit dan dengan pembelian jumlah besar SDK digratiskan. Misal SDK untuk Vehicle Counting, Product recognition/Facial recognition.


    Existing Network or Newly Build


    Menumpang jaringan yang sudah ada ataukah membuat yang baru. Sebisa mungkin menumpang jaringan yang telah ada, untuk menghemat biaya. Tapi lihat dulu apakah sudah gigabit LAN atau masih 10/100Mbps? Hitung keperluan bandwidth dan storage disini.


    PAKET atau NON PAKET

    Tidak seperti CCTV ANALOG yang bisa dengan gampang dipaketkan, IP CAMERA jauh lebih sulit dipaketkan.

    Sebulan lalu kami mendapatkan proyek pemasangan IP Camera di gedung Imigrasi Tasikmalaya, karena mereka terburu-buru, kami dibayar dan dipaksa segera datang tanpa tahu layout bangunan sebelumnya. Membawa 2 roll kabel UTP Cat.5 dan 5 Switch Hub 4 port. Dikiranya cukup ternyata ada bentangan kabel dari pos satpam ke Gedung Utama sejauh 90 meter. Hub murah yang kami bawa tidak sanggup menerima data apabila semua port terpakai. Terpaksa kami balik ke Bandung untuk mengambil Gigabit Switch hub yang memiliki Cache momory lebih tinggi dan kapasitas kecepatan lebih. Setelah mengganti dengan Gigabit Switch tersebut proses instalasi bisa diselesaikan.


    Hal-hal mengapa sulit menjual paket Ip camera dibanding paket Analog CCTV:

    • Analog CCTV hanya tergantung jumlah kabel terpakai. Bawa kabel, DVR, dan kamera, that is it! Semua bisa lancar!
    • IP Camera tergantung situasi lapangan, jarak bentang terjauh, outdoor atau Indoor, bisa mempengaruhi pilihan kabel. 
    • Kualitas kabel LAN ada yang mulai dari Rp800/meter sampai Rp16.000/meter. Semakin mahal semakin tahan lama (saya menggunakan kabel UTP Cat5 Belden di rumah orang tua semenjak 2003), dan bentangan data maximum untuk cat.5 bisa sesuai teori yaitu 100 meter. Kabel abal2 dibawah 80 meter. Untuk penggunaan outdoor bisa menggunakan kabel UTP Cat.6 bisa dibentang sejauh 170-190meter.
    • Kualitas Switch Hub, ada baiknya Hub terdekat dengan NVR menggunakan Switch / Hub gigabit atau terbaik. 
    • Hitung kapasitas bandwitdth Ip Camera yang dibutuhkan dan juga storage yang diperlukan untuk jumlah hari tertentu dengan menggunakan website ini. Bandingkan bandwidth dibutuhkan dengan kapasitas tersedia di Network existing. Apakah harus membangun jaringan baru atau numpang di jaringan lama?
    • Apabila anda ingin memasang IP Camera untuk di rumah atau ruko kecil 2 lantai mungkin pilih paket. Tapi untuk kebutuhan diatas 8 kamera, BULLSHIT, sangat sulit bagi saya merancang sistem IP CAM tanpa survey. Minimal kirim via email layout denah rumah ber-skala. Bisa dalam bentuk file AUTOCAD. 

    CCTV MADE IN TAIWAN atau ???

    Kalau kita jalan-jalan ke sentra elektronik GLODOK semua barang CCTV (mayoritas analog), hampir semua 90% mengaku MADE IN TAIWAN. Untuk orang awam, terkadang kita jadi curiga, saya pun dulu sebagai reseller selalu curiga "Beneran nggak nih MADE IN TAIWAN?"

    Taiwan dengan income per capita USD 42000, atau sekitar Rp46.000.000/bulan (kurs Rp11600) masih adakah buruh yang mau memproduksi kamera CCTV seharga Rp100.000-200.000/unit (harga pabrik) ? Coba pakai imaginasi anda sendiri? Di indonesia ada rasa alergi terhdap produk CINA sehingga banyak importir mengaku produk Taiwan.

    Sekarang sebagai pemasok CCTV dan sudah dari tahun 2011, baru saya tahu benar bahwa, hampir 100% CCTV Analog berasal dari CINA, kenapa demikian saya sudah ke CINA berkali-kali, ke Shenzhen, Ghuangzhou, Xiamen, Zhuhai. Ternyata CCTV buatan Cina bisa dikelompokan dari 3 sumber utama:


    1. HIKVISION, memiliki pabrik CCTV terbesar di CINA dan terbesar ke-3 didunia, coba email mereka, tanya iseng-iseng berapa unit untuk impor OEM (Original Equipment Manufacturer) dengan merk dan logo sendiri. HIKVISION produknya sangatlah berkualitas, banyak merk-merk lokal ataupun international membeli OEM dari pabrikan ini. Berpusat di Hangzhou dekat Shanghai, mobile software-nya di android adalah IVMS-4500 cari di Google Playstore. Apabila anda menemukan barang "MADEIN TAIWAN" dengan kualitas baik, coba cek website HIKVISION, pantengin setiap produknya, siapa tahu ada yang sama dari jenis casing, cangkang, bahkan dari tampilan mobile software, apabila anda mendapatkan produk CCTV yang sama persis dengan HIKVISION anda termasuk beruntung. Hebatnya mereka dengan team R&D-nya sudah pernah membuat berbagai macam software pendukung, seperti Facial Recognition, Vehicles ID and Traffic Counting, etc. Semua SDK diberikan gratis untuk pembelian tertentu. garansi yang ditawarkan 2 tahun.
    2. DAHUA,  terbesar di CINA ke-2, terkenal dengan produk berkualitas dan murah. Malahan output produksi pabrikan ini lebih banyak menjual O.E.M tanpa merk daripada ber-merk. Dan apabila anda berhasil mendapatkan katalog paper-nya, tipe produk ribuan, bisa pusing memilihnya dengan tingkatan kualitas mulai dari HIGH TECH, Economy, sampai VALUE. Selain menjual HARDWARE , Dahua pun menjual firmware saja untuk produser CCTV rumahan. Mobile Software VMEYE atau MEYE. garansi yang ditawarkan 2 tahun, tapi sampai Indonesia jadi 1 tahun.
    3. HISILICON, penjual software, firmware CCTV terbesar di CINA. Nah, di Indonesia kebanyakan CCTV Cina berasal dari HISILICON, anda main-main ke GLODOK 80% asalnya dari sini. Mereka tidak memproduksi hardware utuh tetapi mensuplai Software ke inustri rumahan (UKM) di Shenzhen. Memiliki mobile software yang sama dengan DAHUA seperti VMEYE & MEYE, tetapi memiliki CMS Software tersendiri, yang menurut saya paling user friendly. Dahulu ketika saya masuk ke bisnis CCTV pertama kali, kualitas DVR Hisilicon sangat buruk dengan rate kerusakan sangat tinggi sesudah berumur 1 tahun. Akan tetapi kualitas kamera analog maupun IP Camera HISILICON patut di acungi jempol. Apalagi kualitas IP CAM-nya. Kamera-nya baik, sayang DVR dan NVR payah. Untuk kualitas DVR & NVR ditahun 2014 ini sudah ada perbaikan signifikan terutama mulai dari tingkatan DVR HYBRID, HVR, dan NVR.
       
    Apabila anda sudah menapatkan NVR/DVR dengan merk "X" bagimana membedakanya? Gampang kunjungi website HIKVISION, DAHUA apabila anda menemukan casing yang sama dan feature software sama, maka datang dari- ke2 perusahaan tersebut, bukan dari Shenzhen (ibu kota Counterfeiting di dunia). Apabila tadak sama dengan ke-2 perusahaan tersebut maka bisa jadi dari Shenzhen, yaitu based on HISILICON, berdo'a lah semoga kualitasnya baik.


    Untuk kamera CCTV ANALOG, hampir 100% yang beredar di pasar berasal dari Shenzhen, akan tetapi saya bisa jamin kualitas kamera MORE OR LESS the same, mau merk PANASONIC ataupun Shenzhen MADE.

    UNTUK PEJABAT PEMBUAT KEBIJAKAN/ PANITIA TENDER


    Belajar dari pengalaman sebuah tender di sekolah PTN, ketika yang masuk 53 penawar membawa brand sendiri-sendiri, mayoritas mengaku MADE IN TAIWAN hanya segelintir yang berani mengaku MADE IN CHINA. Ketika salah satu dosen di panitia pengadaan meminta bukti COO (Certificate Of Origin) dari 53 penawar bid hanya 3 perusahaan yang sanggup menunjukanya termasuk saya dan pemenangnya adalah saya yang jujur MADE IN CHINA.


    Here is the thing, ada pribahasa, "ALAM dan MANUSIA diciptakan TUHAN YME, sisanya MADE IN CHINA". Sekarang asalkan CCTV bukan dibuat di Shenzhen, maka barang elektronik tersebut berkualitas baik. Karena di luar Shenzhen seperti Zhuhai ada pabrik Panasonic di Ghuangzhou ada pabrik BOSCH Germany, maka pabrikan komponen kecil disekitar pabrikan dunia semacam Panasonic atau BOSCH harus menjaga standar produksi sama denga kualitas Jepang atau Jerman.

    Kamis, 07 Mei 2015

    Penyebab Kamera CCTV Vloss(Video Lost) dan Cara Mengatasinya

    Tujuan utama seseorang membeli CCTV adalah untuk meningkatkan keamanan rumah atau bisnisnya dengan melakukan pengawasan melalu kamera yang kemudian direkam dan dtransfer ke layar monitor. Tapi bagaimana bila fungsi utama itu tidak bisa dilakukan karena tiba-tiba layar monitor pemantau Anda kehilangan gambar dan berwarna biru? Mengapa bisa terjadi seperti itu?
    Kasus diatas memang merupakan salah satu masalah yang sering muncul dalam penggunaan sistem CCTV. Istilah yang sering digunakan untuk menyebut masalah tersebut adalah video loss atau yang sering disingkat Vloss. Saat itu terjadi, layar monitor salah satu channel kamera atau bahkan semuanya akan berubah menjadi biru disertai tulisan Vloss yang muncul di layar monitor.
    Vloss terjadi tentu saja bukan tanpa penyebab. Ada beberapa penyebab yang bisa membuat Vloss terjadi. Tapi, secara umum Vloss muncul karena tidak ada aliran listrik atau paket CCTV kehilangan sinyal video dar kabel coaxial kamera CCTV menuju DVR. Bila hal vloss terjadi pada sistem CCTV Anda tak perlu panik dulu. Ketahui apa penyebabnya kemudian Anda bisa mengatasinya toh hal tersebut adalah hal yang wajar dialami oleh setiap paket CCTV. Berikut bebrapa penyebab terjadinya Vloss:
    • Adaptor Mati
      Adaptor merupakan salah satu sumber listrik untuk perangkat kamera CCTV. Jadi bila adaptor mati secara otomatis aliran listrik akan terputus sehingga kamera dan DVR tidak mendapat daya. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah memastikan apakah adaptor masih berfungsi dengan baik atau tidak Anda bisa mengetesnya menggunakan alat bernama avometer atau yang juga sering disebut multitester. Jika terbukti adaptor rusak mau tak mau Anda harus menggantinya dengan yang baru atau yang masih berfungsi dengan baik.
       
    • Kamera CCTV Anda Rusak
      Jika kamera rusak sudah pasti tidak ada gambar atau video yang akan ditangkap oleh kamera untuk dikirimkan ke DVR dan kemudian diteruskan ke layar monitor. Secara otomatis sinyal video dari kamera juga akan menghilang. Oleh sebab itu layar menjadi biru. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memperbaiki kamera CCTV ataupun membeli kamera CCTV yang baru pada distributor CCTV murah di tempat sebelumnya Anda membeli.
       
    • DVR disambar Petir/ Rusak
      Bisa dibayangkan kalau kepala kita khususnya otak kita pusing? Hampir dapat dipastikan bahwa semua sitem tubuh akan terganggu. Demikian pula dengan sistemCCTV. Bila DVR yang menjadi otaknya rusak atau disambar petir, makan fungsi sistem CCTV tidak akan berjalan. Lakukan pencegahan dengan memasang alat penangkal petir atau melakukan perawatan rutin pada DVR CCTV Anda.
       
    • Port Konektor yang Terdapat di DVR Rusak
      Bila kamera, DVR, adaptor Anda baik-baik saja dan masih terjadi Vloss, cobalah pindahkan konektor pada channel atau port yang tak terpakai. Barangkali memang port konektornya yang rusak. Bila memang demikian, dengan memindahkan konektor, sistem CCTV Anda akan berjalan normal kembali.

    Rabu, 06 Mei 2015

    KEKURANGAN DAN KEUNGGULAN CCTV ANALOG & DIGITAL IP CAMERA

    Di artikel ini saya akan mengulas perbedaan nyata antara CCTV ANALOG & DIGITAL IP CAMERA, mana pembedanya, apa keunggulan dan kelemahan di masing-masing system.


    Pertama dari perbedaan, CCTV ANALOG adalah semua system cctv yang menggunakan kabel pengantar kabel coaxial (kabel VIDEO/TV) , kebanyakan memakai kabel tipe RG-6 atau RG-59. Apa sih bedanya antara RG-6 dan RG-59, jelas kualitas RG6 diatas RG59, RG6 bisa dibentang dari DVR(DIGITAL VIDEO RECORDER) ke kamera sejauh +- 300meter, sementara RG-59 jauhnya +-130meter. Bahkan RG6 yang kualitas tembaga 90% bisa dibentang sejauh +-450meter. 

    CCTV Analog apabila ingin remote monitoring via Internet atau LAN membutuhkan hanya 1 alamat IP ADDRESS untuk setiap DVR (jadi DVR dengan 4, 8, 16 ataupun 32 kamera tetap menggunakan 1 IP Address). 

    CCTV IP Kamera menggunakan kabel LAN seperti UTP atau STP, walaupun kabel LAN memiliki jangkauan terbatas tetapi karena system hantar sudah menggunakan IP ADDRESS/Digital disetiap kamera, maka IP CAMERA secara teoritis bisa di letakkan dengan jarak TAK TERHINGGA dari PC SERVER perekam ataupun standalone N.V.R (NETWORK VIDEO RECORDER).  Misalkan sebagai contoh sebuah jaringan bank swasta di Bandung menggunakan IP Camera disetiap cabangnya tapi merekam terpusat di kantor pusatnya melalui jaringan LAN-Gelombang Radio 2.4Ghz dengan NANOSTATION ANTENNA.
    Diagram Kabel CCTV IP Camera, karena menggunakan UTP cable dalam asumsi gambar diatas menggunakan -+146meter  untuk Gedung 3 Lantai dengan masing-masing 2 kamera per lantai. Tidak memerlukan kabel listrik karena sudah POE.



    Penggunaan kabel RG6 /RG59 dalam sistem CCTV analog dalam gedung yang sama memerlukan 368-380 meter, belum termasuk kabel listrik. 



    Dilihat dari perbedaan diatas jelas sekali dari sisi teknologi, IP CAMERA jauh lebih superior dari sisi kepraktisan instalasi dan pengawasan. Karena IP Camera adalah teknologi CCTV terbaru. 

    Keunggulan IP CAMERA, Remote/Cloud Recording not only Remote monitoring.



    IP Camera pada awalnya berkembang untuk monitoring personal jarang digunakan untuk merekam 24 jam, biasa digunakan untuk rumahan, atau baby monitoring camera dengan resolusi VGA bentuk kamera seperti kotak kubus.




    IP CAMERA model awal, berbentuk kubus, wireless, dan difungsikan sebagai alat monitor, jarang yang bisa merekam

    Tetapi dengan semakin majunya teknologi kompresi dan video, semakin cepatnya internet, IP CAMERA semakin dibutuhkan di dunia, pangsa pasar IP CAMERA di Negara maju atau Negara yg sudah memiliki kecepatan internet 50-100mbps adalah mayoritas, market leader. Karena resolusi yang tinggi dengan HIGH DEFINITION, 1 Megapixel, 2 Megapixel, 5 megapixel, semakin tinggi resolusi IP CAMERA memiliki kemampuan investigasi dikarenakan Pixel Density yang semakin rapat, sehingga hasil rekam bisa DIGITAL ZOOM tanpa gambar pecah. Kemampuan ini tidak ada di CCTV ANALOG.


    Contoh Jaringan IP CAMERA di sebuah HOTEL

    Untuk itu IP CAMERA dijaman IT sekarang ini pertumbuhan permintaan terutama dari instansi pemerintah semakin besar, didukung dengan banyaknya ahli IT yang membuat jaringan keamanan IP BASED SECURITY SOLUTIONS yaitu integrated ALARM, SURVEILLANCE, dan ACCESS CONTROL/ATTENDACE dan kesemuanya bisa di integrasikan dalam satu software/hardware

    .

    Di sebuah Negara keperluan IP CAMERA adalah mutlak tidak bisa ditawar lagi, contoh AIRPORT AUTHORITY, PORT AUTHORITY, Lembaga Pemasyarakatan, Sekolah-sekolah, Kantor-kantor pemerintah pemberi izin dll, perlu menggunakan IP CAMERA. 



    Andai saja, LP CEBONGAN memakai IP CAMERA dengan NVR yang diletakan misalkan di Kantor MENHUKHAM, oknum KOPASSUS tidak akan bisa menghilngkan barang bukti karena alat perekam terpisah jauh dari lokasi kamera. Tidak akan ada cerita LP CIPINANG memproduksi SABU SABU karena NVR andaikan ada di ruangan Bapak Deny Indrayana. Sayang sekali LP/Penjara di Indonesia CCTV nya masih menggunakan system analog sehingga alat perekam ada ditangan KALAPAS. Dan bisa anda duga ceritanya apabila KALAPAS nya korup, maka CCTV bisa dimatikan.
    IP Camera bisa diletakan dimana saja asalkan dekat dengan sumber listrik, contoh disini IP Camera dengan antenna Wireless Nanostation, jarak antara kamera dengan NVR perekam bisa sampai 10Km.


    CCTV ANALOG HANYA REMOTE MONITORING



    Apabila ada penjual cctv yang menyatakan bahwa CCTV ANALOG dan IP CAMERA dalam hal remote monitoring sama saja itu adalah bohong besar.

    Betul keduanya bisa melakukan remote monitoring via SMARTPHONE, tapi ada perbedaan     mendasar, CCTV ANALOG bisa melakukan broadcast via Internet dengan setingan sederhan (dan ini kelebihan dari CCTV ANALOG) di DVR, membutuhkan 1 IP ADDRESS local/public, dan1-3 port untuk dibuka. Sementara IP CAMERA dikarenakan resolusi yang besar sulit dibuka via SMARTPHONE kecuali apabila memiliki feature EXTRA STREAM (pengurangan resolusi besar-besaran khusus HANDPHONE biasanya 178x144) seperti VIVOTEK.


    Setting remote monitoring untuk IP CAMERA sangat sulit dan apabila instansi anda sudah memiliki IP CAMERA CCTV dalam jumlah besar sangat disarankan untuk mempekerjakan orang dengan keahlian IT NETWORKING yang tinggi sehingga bisa menimalisir gangguan.

    Sementara ANALOG CCTV setingan sangat gampang, untuk pemeliharaan tidak dibutuhkan orang dengan keahlian khusus. Siapapun bisa dilatih , malah saya sering bergurau Monyet pun bisa jalankan system CCTV analog.




    Kelemahan CCTV Analog terbesar adalah:





    •         Resolusi rendah, rata-rata resolusi tertinggi dipasar Indonesia adalahkemampuan rekam  D1 atau 704x576 sama dengan resolusi film DVD. Dan biasanya 3 digit angka didepan diartikan maximum 700 TV Lines. Sementara mayoritas DVR di Indonesia memiliki kemampuan rekam CIF (380x278). Idiot macam apa yang membeli kamera 520, 540, TV LINES karena hasil rekaman akan pecah apabila setingan resolusi dibuat D1. DVR berkemapuan D1 harus menggunakan kamera 600, atau 650, 700 TV LINES.

    •         Konektor BNC sangat mudah oblak , digeser sedikit akan membuat gambar rusak atau VIDEO LOSS. Ini adalah kelemahan utama system analog, walaupun sekarang ada system CCTV ANALOG SDI, tapi tetap konektor masih mudah oblak, berbeda dengan IP CAMERA dengan RJ-45 konektor yang rapat.

    •         Kabel Coaxial RG6 atau RG59, hanya bisa dibentang paling jauh 300 meter untuk RG6 dan 130 meter untuk RG59. Dan semakin murah kabel yang dibeli maka kualitas warna & resolusi akan semakin jatuh apabila kamera dibentang diatas 100 meter. Misal kabel RG59 merk abal-abal digunakan dengan jarak 90 meter, warna hijau daun biasanya berubah jadi warna silver.  Dan KABEL COAXIAL tidak bisa disatukan sejalur dengan kabel Electrical, maka akan ada Interference tinggi seperti bayangan berjalan "moving shadow" ini bahkan terjadi di Analog HDCVI, AHD yang mengklaim bisa menurunkan gangguan interference.

    •         Untuk keperluan posisi kamera jarak diatas 300 meter bisa menggunakan CCTV BALUN ACTIVE, tapi harga mahal tidak cost effective.  

    •        CCTV ANALOG sangat rentan petir atau VOLTAGE SURGE baik DIRECT HIT maupun INDIRECT HIT, sehingga disarankan semua kamera CCTV OUTDOOR disarankan menggunakan 2 buah SURGE PROTECTOR. BIAYA LAGI DEH!! Misalkan 1DVR dengan 15 kamera Indor, 1 kamera outdoor, dan apabila kamera outdoor tersambar petir dan system tanpa surge protector, maka seluruh kamera & DVR akan rusak. Sementara IP CAMERA OUTDOOR rata-rata memiliki ketahanan petir hingga 40.000 volt dan apabila satu unit tersambar, dipastikan hanya unit yang tersambar + HUB SWITCH terdekat yang rusak. 


    •       Penjual CCTV ANALOG  bisa mengklaim resolusi kamera semaunya karena perhitungan resolusi CCTV analog berdasarkan TV LINES dimana dibutuhkan papan pengukur, TV Tabung dan tripod camera untuk menghitung TV LINES. Tidak semua toko CCTV memiliki papan pengukur seharga US$400, jadi susah membuktikan klaim penjual. Saat ini banyak penjual menaikan TV Lines tertera di kamera biasanya 480 TV LINES ditulis 540 TV Lines, bahkan 650 TV Lines ditulis 700 TV Lines. Padahal tidak ada satupun board CCD kamera analog memiliki 700 TV Lines, bisa browse website SONY EFFIO. SONY corp. menyediakan board CCTV ANALOG dengan resolusi 420, 480, 540, 600 (with OSD), 650 (with OSD), 960 (jack SDI) TV LINES. Belilah kamera CCTV analog dari merk terpercaya seperti, AVTECH, Telview, Zestron, Rugersson, G-Lenz, Cynics, Lilin. Sementara untuk IP CAMERA customers sulit untuk di tipu karena bisa cek resolusi kamera dari file properties hasil rekaman.



          

    Kesimpulan, apabila ada yang bertanya mana lebih baik, jelas IP CAMERA INDUSTRIAL GRADE (H.264, HD, ONVIF). Dalam pengalaman saya selain karena infrastruktur Internet / LAN sering tidak mendukung untuk instalasi IP Camera, masalah biaya juga alasan utama orang menghindari IP Camera, perbandingan harga IP Camera 720p/1 megapixel dengan CCTV analog 650 TV Lines adalah 3:1, akan tetapi bisa jadi bahan pertimbangan untuk pemasangan apabila kustomer membutuhkan kamera CCTV lebih dari 40-50 titik dimana biaya instalasi IP Camera bisa mendekati atau lebih murah dari CCTV Analog dikarenakan lebih irit di pemakaian kabel. 

    Saya menjawab apa adanya, tanpa ada pretense apapun, anda bisa melihat sendiri mayoritas barang jualan saya masih analog cctv. Segala keputusan membeli ada ditangan masing-masing kustomer, mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat.

    Entri yang Diunggulkan

    Paket Kamera CCTV Murah Bandung Cimahi Mulai dari 1.9 Juta

    PALING LAKU SEBANDUNG RAYA HANYA Rp. 3.5Jt 4 Kamera Hasil Gambar Bening JUARA Ingat Membeli CCTV Tidak Hanya MEMBELI Perangkatnya Tet...