Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

Tips Merawat kamera CCTV

Kamera merupakan sesuatu yang perlu dijaga ataupun dirawat, begitu juga kamera CCTV yang anda miliki. Memerlukan perawatan yang khusus dan baik, menyerupai perawatan kamera pada umumnya. Karena kamera CCTV sering diletakkan ditempat yang langsung terkena tempat luar ataupun ditempat-tempat yang ada di lapangan terbuka membutuhkan perawatan yang rutin dan baik. Agar CCTV tetap lancar dalam melakukan perekaman maka dari itu diperlukan, pengontrolan terhadap CCTV.

Hal pertama untuk merawat CCTV, harus mengelap debu-debu yang ada di kamera CCTV karena jika terlalu banyak debu akan merusak kamera CCTV. Biasakan mengelap dengan lap kering jangan lap basah apalagi untuk jenis kamera CCTV yang tidak tahan air jangan sekali-kali gunakan lap basah. Hal ini akan menyebabkan kerusakan pada CCTV. Selain itu cek CCTV masih menyala dengan sewajarnya atau tidak. Selain jika debu-debu menempel pada kamera akan menghambat pengambilan rekaman kegiatan yang terjadi dalam sehari-hari. Untuk itu pengelapan debu-debu yang ada di CCTV perlu dilakukan dengan waktu yang berkala/konstan.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk merawat CCTV adalah mematikan CCTV seminggu sekali agar mesin yang ada didalam CCTV tidak panas sehingga rusak. Akibat digunakan untuk merekam dalam jangka waktu lama akan menyebabkan CCTV gampang ngelag/rusak. Dan akan melambat kinerjanya. Pergunakan CCTV dengan batas waktu sewajarnya. Semisal seminggu/sebulan sekali dimatikan agar mesin/komponen-komponen CCTV memiliki waktu istirahat. Dengan begitu CCTV tidak akan mengalami pemanasan mesin dan tidak hang.

Selain itu komponen CCTV yang perlu dirawat adalah DVR, jangan biarkan rekaman DVR berisi file dan mencapai batas yang melebihi memori maupun kapasitas DVR itu sendiri. Bila hal itu sering terjadi, kamera CCTV akan merekam tetapi rekaman CCTV tidak tersimpan. Untuk itu DVR perlu dicek sesekali secara berkala maupun rutin juga. Karena DVR adalah komponen penting yang terdapat didalam CCTV itu sendiri maka dari itu sangatlah perlu perawatan khusus. Tanpa adanya DVR tidak ada rekaman yang dapat diputar kembali untuk dilihat pemilik CCTV.

Kata Kunci Untuk Artikel Ini :

Tips Merawat kamera CCTV, Merawat CCTV, Maintenance CCTV, CCTV, DVR, Kamera, Harga CCTV, Camera CCTV, kamera cctv, cctv online.

Tips Memilih CCTV untuk Dirumah

Banyak terjadi perampokan di berbagai rumah, tidak hanya pada lingkup perumahan tapi rumah-rumah biasa pun tetap diincar para perampok yang kerap menjadi keresahan para warga. Beberapa warga yang merasa kurang aman rumahnya, mereka ingin memasang CCTV, guna meningkatkan keamanan rumahnya. Tetapi bagi orang yang belum pernah memasang CCTV pastilah akan bingung cara memilih CCTV yang tepat untuk keamanan rumahnya.

Sebenarnya tips awal untuk memilih CCTV adalah peletakan lokasi CCTV yang akan diletakkan dirumah, sesuaikan ukuran serta luas lokasi untuk memasang CCTV. Misalnya: anda ingin memasang CCTV diatas pintu dekat sela-selanya, carilah CCTV yang sesuai ukurannya dengan perkiraan panjang dan lebar yang sesuai. Jangan terlalu besar tapi jangan terlalu kecil. Karena jika yang dipilih terlalu besar CCTV tidak dapat terpasang dengan tepat, tetapi jika CCTV terlalu kecil ruang lingkup yang direkam sangatlah kecil/sedikit.

Kemudian carilah ukuran kamera CCTV yang sesuai misalnya CCTV ini dimanfaatkan untuk melihat setiap tamu yang datang kerumah. Dengan begitu carilah CCTV dengan lensa yang cukup untuk melihat wajah/perawakan orang yang datang kerumah. Tujuannya untuk menyesuaikan obyek mana yang akan pemilih rumah pantau. Hal ini sehubungan dengan kebutuhan pemilik rumah agar rumahnya terjaga. Tetapi usahakan lensa/kamera CCTV yang digunakan sesuai dan tepat. Ketika membeli dapat bertanya terlebih dahulu jangkauan CCTV tersebut seberapa besarnya. Biasanya ada 2 macam tampilan CCTV, yaitu:
  • CCTV luas (tampilan akan terlihat melebar).
  • CCTV zoom (tampilan akan diperdekat).
Dari pertanyaan itu penjual ingin menanyakan tampilan dari CCTV itu yang nanti dapat dilihat pemilik rumah, manakah yang lebih diminati.

Yang terakhir pilihlah CCTV yang sesuai dengan kebutuhan, baik tipe CCTV yang dalam ruangan ataupun luar ruangan. Pastilah bentuk CCTV nya berbeda sesuai kebutuhan pemilik rumah. Selain itu dapat memilih, ingin CCTV yang infrared atau non infrared. Karena CCTV yang dibutuhkan harus sesuai dengan kebutuhan. Agar pembelian CCTV tidak sia-sia dan dapat digunakan secara tepat. CCTV luar ruangan tidak dapat digunakan didalam karena fungsinya berbeda. Serta jangkauan untuk memantaunya pun juga berbeda dengan CCTV bagian dalam ruangan.

Senin, 22 Juni 2015

MEMASANG/MENGGANTI HARDDISK DVR CCTV

Selalu kontrol kinerja CCTV anda terutama proses perekaman, apakah DVR masih bisa merekam semua tangkapan gambar atau ada masalah atau kerusakan dalam media penyimpanan. Proses perekaman CCTV dapat diawasi/dikontrol baik melalui tampilan layar maupun lampu indikator DVR. Tanda-tanda berlangsung atau tidaknya proses perekaman (recording) yaitu:
  • Lampu indikator "HDD" pada DVR menyala
  • Pada tampilan layar ada ikon aktif biasanya bergambar ikon video atau rec atau yang lain sesuai merk DVR.

Apabila kedua gejala tersebut tidak ada, bisa jadi media penyimpanan DVR bermasalah. Silahkan cek melalui menu di DVR - Record Mode, pastikan tidak pada posisi Off. Lalu cek status harddisk, biasanya kalau rusak ada status HDD Error. Apabila terjadi hal tersebut, sebaiknya segera ganti harddisk pada DVR. Cara penggantiannya tidak sulit, tinggal buka penutup body DVR sudah terlihat komponen Harddisk. Lepas dan ganti.
*) Proses perekaman yang tidak berjalan bisa juga dikarenakan tegangan power dari adaptor DVR mengalami drop, misal tenaga yang dibutuhkan 12Volt 2 Ampere tapi hanya masuk 12 Volt 1 Ampere, tenaga untuk menjalankan harddisk tidak cukup. Dalam keadaan ini, maka harddisk tidak terbaca oleh sistem DVR.

Mengatasi Drop Tegangan pada Camera CCTV


Salah satu upaya mengatasi drop tegangan pada camera adalah mengganti adaptor dengan rangkaian Adjustable DC Regulated Power Supply. Sebagaimana diketahui, masalah yang kerapkali muncul dalam instalasi camera adalah soal penempatan plug-in dimana kita jarang sekali mendapatkan sumber 220VAC di dekat camera, kecuali dengan menarik kabel listrik ke titik itu. Penempatan adaptor atau power supply yang jauh mendatangkan masalah drop tegangan. Hal tersebut tampak pada analisa di bawah ini:


Arus camera adalah arus yang tercantum dalam brosur spesifikasi. Misalkan dalam spesifikasi dinyatakan 300mA@12VDC, maka pada tegangan 12VDC camera "memakan" arus sebesar 0.3A untuk operasionalnya.

Di sisi lain, kabel penghantar yang panjang akan memiliki apa yang disebut dengan resistansi dalam (disimbolkan dengan huruf r kecil). Sesuai dengan hukum Ohm, maka arus yang mengalir melalui satu nilai resistansi akan membangkitkan tegangan sebesar arus (I) dikali nilai resistansi itu (r). Ilustrasi di atas memperlihatkan kabel merah-hitam yang biasa dipakai pada instalasi alarm dan PABX, kali ini dipakai untuk menyuplai tegangan camera pada jarak 30m. Misalkan, pada kabel merk tertentu diperoleh nilai r sebesar 3 ohm, maka tegangan drop yang terjadi di satu kabel adalah: arus camera dikali resistansi kabel, yaitu 0.3A x 3 ohm = 0.9 Volt. Jika dijumlahkan, maka untuk jarak 30m, tegangan adaptor plug-in sudah berkurang sekitar 1.8 VDC. Akibatnya, tegangan di camera sebenarnya hanya sekitar 10,2 volt saja. Inilah problematika yang mungkin pernah kita hadapi.

Pada bahasan selanjutnya, kami akan menjelaskan solusi alternatif dalam mengatasi masalah yang "klasik" ini. Salah satunya adalah dengan memakai rangkaian adjustable DC regulated power supply. Kendati belum dijelaskan secara detail, namun diagram di atas kiranya sudah memberikan gambaran yang gamblang mengenai apa yang dimaksud. Namun, jika belum jelas, nantikanlah posting kami selanjutnya seputar masalah ini, termasuk bagaimana cara praktis untuk mengetahui resistansi kabel yang dipasang.

Sabtu, 20 Juni 2015

Bagaimana Mengukur Kesuksesan Sebuah Kamera Pengawas

Apa yang terpikir dalam pemikiran Anda ketika mendengar kamera. Sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk mengambil gambar. Lalu dicetak dalam bentuk lembaran dalam kertas foto. Lalu apa yang terpikir ketika mendengar kata monitor. Sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk menampilkan audio visual pada layar monitor. Dua benda elektronik tersebut menjadi benda yang canggih pada waktunya. Hingga sekarangpun masih sama namun mulai sedikit kurang diminati seiring dengan perkembangan teknologi. Seperti karena perkenalan akan sebuah cctv camera yang kini semakin ramai diperbincangkan.

Padahal kemunculan peralatan elektronik gabungan kamera dan monitor ini sudah diciptakan sejak lebih dari tujuh puluh tahun yang lalu. Perjalanannya pun cukup baik walaupun sangat tenang. Dalam artian ketika baru pertama kali muncul begitu mengehbohkan. Kemudian dalam perjalanannya tidak terdengar pemberitaan mengenai CCTV yang begitu booming kembali. Namun tidak mati ataupun dilupakan orang. Sebaliknya, kini CCTV kembali dikenal sangat baik kembali dan dibutuhkan banyak orang hingga diberbagai negara. Di Indonesia sendiri CCTV menjadi barang yang sangat penting. Mengingat kejadian pencurian, pembunuhan, perampokan, dan kurang menyenangkan semakin gencar terjadi. Dengan kata lain keberadaan CCTV menjadi mata kedua untuk menangkap kejadian yang luput dari perhatian seseorang.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa dengan keberadaan CCTV pun, para pelaku kejahatan tetap tidak takut untuk melakukan aksinya. Walaupun kamera dan monitor terus bekerja mengawasi gerak-gerik mereka, namun seakan itu hanyalah barang yang dapat dikelabui. Namun lagi-lagi karena kecanggihan teknologi, CCTV tetap dapat merekam dan menampilkan sosok mereka dengan jelas.

Fakta pun berbicara mengenai berbagai kejadian yang terjadi selama ini. Dan berkat keberadaan CCTV maka sedikit demi sedikit para pelaku berhasil menerima balasan yang setimpal oleh pihak yang berwenang. Kejadian pencurian tidak hanya dapat terjadi di rumah, kini semenjak ada CCTV, supermarket 24 jam pun begitu mudah untuk dimasuki seorang sampai sekelompok pencuri. CCTV berhasil merekam setiap aksi kejahatan mereka. Ketika CCTV terpasang di sisi yang tepat seperti di sudut sampai bagian kasir supermarket, maka para pelaku akan mudah dikenali. Kejadian pembunuhan pun dapat direkam cukup baik oleh cctv camera. Di beberapa tempat bahkan yang sempat menjadi pemberitaan, CCTV berhasil merekam aksi kejahatan pembunuhan.

Sebuah CCTV yang terpasang baik di luar rumah berhasil merekam aksi pembunuhan yang terjadi tidak jauh dari rumah tersebut. Bahkan dapat merekam aksi teroris atau bom bunuh diri yang dulu sempat menghebohkan layar kaca televisi Indonesia. Kejadian perampokan yang kerap melanda sebuah bank juga berhasil direkam oleh CCTV. Walaupun mungkin para pelaku kejahatan tidak terlihat wajahnya, namun karena kecerdikan pihak kepolisian, mereka pun dapat segera dijebloskan ke penjara. Jangan main-main dengan CCTV, kamera berukuran kecil. Walaupun terpasang tinggi di langit-langit, ada di sudut, atau tempat sempit, benda elektronik ini berfungsi secara profesional. Terlebih lensa kamera CCTV mampu berputar dengan sudut hingga tiga ratus enam puluh derajat. Mengalahkan pandangan mata yang hanya mampu memandang sebatas sudut seratus delapan puluh derajat.

Pencipta CCTV yang awal mula belum berpikir bahwa ternyata kamera yang diciptakan mampu membawa pengaruh positif banyak negara, ketika mengetahui berita baik akan temuannya, kini W. Blurch jika masih hidup, tentu dapat tersenyum senang. Seorang yang hanya berniat menciptakan kamera untuk merekam peluncuran roket kini seiring dengan perkembangan zaman, membuat cctv camera lebih berguna.

Di Balik Peran Penting Agen CCTV di Indonesia



CCTV atau Circuid Closed Television merupakan sebuah kamera yang dilengkapi dengan layar monitor berperan, sebagai pengawas. CCTV umum disebut kamera pengawas. Sebutan yang tepat karena peran CCTV hampir menyamai bodyguard, satpam, sampai polisi. Jika para petugas keamanan bertugas untuk menjaga dan ketika ada kejahatan langsung dapat meringkus si pelaku, sedikit berbeda dengan peran CCTV. Kamera pengawas ini mampu bertugas secara baik memonitor dan merekam setiap peristiwa di suatu tempat tergnatung di mana CCTV dipasang.

Namun perbedaan yang mencolok adalah, CCTV hanya dapat merekam dan ketika melihat peristiwa kejahatan maka tidak dapat berbuat apa-apa karena memang benda mati. Lepas dari itu, CCTV jauh lebih berguna untuk setiap waktu mengawasi peristiwa yang terjadi terutama di tempat-tempat penting guna mencegah kejahatan. CCTV sangat diperlukan bagi Anda yang memang memerlukan pengamanan ganda baik dari petugas keamanan maupun robot monitor atau CCTV. Keberadaan beberapa distributor CCTV dipandang sangat membantu Anda untuk membeli perangkat elektronik canggih ini. Para distributor menyediakan kamera pengawas dalam berbagai merk, harga, dan juga kualitas. Sebagai agen yang menjual kamera pengawas sekelas CCTV, para distributor memang tidak main-main menawarkan CCTV kepada siapa saja yang membutuhkan kamera pengawas lengkap dengan sistem Digital Video Recorder agar setiap peristiwa yang termonitor pada kamera dapat segera tersimpan dalam hardisk CCTV.

Anda tidak perlu merasa khawatir membeli CCTV melalui sebuah distributor. Asalkan Anda memilih distributor yang tepat maka CCTV yang diperoleh juga berkualitas. Paling penting adalah mencari informasi mana saja tempat yang memang menjadi distributor cctv resmi. Barulah Anda mengunjungi dan melihat produk-produk CCTV yang mereka jual. Jangan mudah tergoda dengan harga yang murah. Perhatikan saat distributor melayani Anda bukan memaksa untuk membeli CCTV yang biasa namun sebalinya, menginginkan Anda untuk membeli CCTV yang benar-benar berkualitas. Distributor yang terpercaya akan menjelaskan secara rinci mengenai perangkat CCTV yang Anda pilih. Mulai dari perbedaan antar merek, perbedaan harga, perbedaan cara kerja masing-masing CCTV, sampai pada secara sederhana penjelasan komponen atau perangkat yang digunakan CCTV. Dstirbutor tentunya tidak ingin mengecewakan para pelanggan.

Setiap ada yang membutuhkan keberadaan CCTV maka distributor harus selalu siap dan meyakinkan pembeli jika CCTV yang dijual terbaik. Bahkan distributor yang profesional pun akan menyediakan jasa tambahan berupa pemasangan gratis sampai memberikan pengarahan sederhana saat Anda baru pertama kali mengoperasikan CCTV. Sehingga nantinya ketika CCTV sudah terpasang dengan baik, Anda dapat paham untuk mengoperasikan. Bukan malah menjadi bingung dan CCTV yang dibeli menjadi tidak berguna. Untuk itu sangat penting Anda memilih distributor peralatan elektronik terutama untuk kamera pengawas yang handal dibidangnya.

Tanpa Anda sadari, distributor cctv memiliki peran penting dalam CCTV. Mereka tidak hanya sekadar menjual produk saja namun secara tidak langsung ikut mendukung keamanan. Para distributor mau memberikan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengoperasian dan informasi yang ebrkaitan dengan produk CCTV. Distirbutor tidak menutup-nutupi sisi tertentu dari produk CCTV. Sehingga jelas bahwa para distributor juga memiliki peran penting untuk menjaga keamanan setiap tempat yang memang sangat memerlukan keberadaan kamera pengawas. Jadi, tidak perlu berpikir yang tidak-tidak kepada distributor yang ada. Mereka bekerja memang untuk menawarkan produk, namun disisi lain juga mengajak banyak orang untuk semakin waspada akan bahaya yang mengancam sewaktu-waktu, sehingga memiliki CCTV itu perlu.

Rahasia DVR Dalam Perangkat CCTV

Sebuah perangkat elektronik akan bekerja optimal jika terdapat saling berkesinambungan antar komponen. Seperti tubuh jika hanya memiliki tangan tanpa ada kaki maka seseorang tidak mampu berjalan meskipun mampu menulis, membaca, makan, dan yang lain. Sebuah CCTV pun juga demikian, hanya kamera CCTV tanpa layar monitor, maka tidak berfungsi baik. Namun dua komponen itu saja ternyata belum cukup. CCTV masih memerlukan dukungan berupa dvr cctv. DVR merupakan singkatan dari digital video recorder yang harus ada dalam CCTV guna menyambungkan rekaman kamera menuju layar monitor. Tanpa ada DVR maka CCTV hanyalah kamera biasa yang tidak mampu terlihat apa saja obyek yang terbidik oleh lensa. Sehingga DVR diproduksi guna mendukung kinerja dari kamera keamanan seperti CCTV.

DVR bekerja keras untuk menjaga rekaman kamera dalam monitor tetap aman. DVR bekerja keras menampilkan setiap sisi kinerja CCTV dengan optimal. Kamera akan dapat menangkap setiap obyek dengan baik, menghasilkan proporsi video yang direkam secara optimal, bahkan dengan adanya DVR maka mampu dihubungkan ke perangkat internet. Sebuah CCTV tidak hanya sekadar kamera yang merekam obyek di tempat tertentu. Namun juga berfungsi untuk menyimpan hasil rekaman secara optimal yang tersimpan dalam flash drive USB atau semacam hard disk. Seperti komputer yang sudah dibekali media penyimpanan dengan kapasitas tertentu. Dan memang jika kapasitas pada DVR habis maka perlu memindah kapasitas yang telah terpakai dalam media lain.

Bagi beberapa orang memang belum mengenal baik apa itu DVR. Sayang jika Anda juga hanya sebatas mengenal CCTV tanpa mengenal komponen DVR yang berperan besar dalam kinerja CCTV itu sendiri. Sebelum menjelaskan lebih jauh peran DVR, pernahkah Anda berpikir bagaimana satu layar monitor dapat merekam beberapa tempat. Anda tentu pernah melihat layar monitor CCTV yang terbagi menjadi empat sampai beberapa yang merekam kegiatan setiap tempat secara berbeda-beda. Satu layar monitor memang cukup untuk menayangkan rekaman dari beberapa CCTV Namun CCTV tidak mampu merekam beberapa tempat secara bersamaan.

Perlu CCTV dengan jumlah yang sesuai keperluan pemasangan. Lalu bagaimana praktisnya layar monitor menampilkan beberapa rekaman jadi satu tentu karena peran DVR. Komponen dvr cctv yang membuat satu layar monitor terbagi dalam beberapa tempat. Sehingga pengawas layar monitor cctv tidak perlu melihat layar monitor sejumlah CCTV yang terpasang. Jauh sangat lebih praktis dan tentu saja tidak melelahkan mata pengawas. Jika Anda berencana menempatkan di rumah karena kebetulan lokasi tempat tinggal Anda sedang rawan pencurian, maka DVR aka berperan dengan baik. Anda pun tidak akan capek mengawasi monitor karena cukup satu buah layar monitor saja yang akan Anda lihat. Apa jadinya jika DVR tidak terdapat dalam CCTV. Anda tentu butuh membeli monitor sesuai jumlah CCTV yang terpasang yang tentu saja akan memboroskan.

Produksi CCTV memang telah dipikirkan secara matang. Terlebih CCTV berperan sebagai kamera untuk menjaga setiap tempat dengan lebih aman. Dukungan dari dvr cctv semakin menjadikan CCTV lebih bekerja secara akurat sebagai kamera pengawasan. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki CCTV perlu melihat sudah berapa banyak kapasitas DVR yang terpakai. Jika sudah hampir penuh, lebih baik pindah pada hard disk lain. Atau pilih rekaman yang menurut Anda penting utnuk tetap disimpan atau hapus jika selama itu, CCTV tidak merekam kejadian yang penting.

Jumat, 19 Juni 2015

4 Fakta atau Mitos Seputar CCTV Cameras



Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan CCTV cameras, tetapi ada fakta dan mitos CCTV cameras yang cukup menarik untuk diketahui. Berikut beberapa diantaranya.

1. CCTV Cameras hanya merekam gambar saja
Banyak orang beranggapan bahwa cctv cameras hanya dapat merekam gambar saja. Hal ini adalah mitos. Faktanya, sudah banyak produk CCTV yang dilengkapi dengan internal microphone yang dapat juga merekam suara di area dimana kamera CCTV ini dipasang. Jadi, keamanan rumah Anda akan lebih terjamin dengan adanya fitur ini. Yang menarik, kamera CCTV tidak hanya mampu merekam gambar dengan kualitas biasa-biasa saja.

Saat ini, kita juga dapat menemukan produk CCTV yang dapat merekam gambar dengan kualitas HD. Hal ini dapat memberikan Anda rekaman yang sangat detail mengenai kejadian di rumah Anda. Bukan hanya itu, CCTV dengan kemampuan pendeteksi panas juga dijual bebas saat ini. CCTV model ini dapat merekam siapapun yang memasuki rumah Anda, meskipun keadaan disekitar gelap gulita. Biasanya CCTV model ini menggunakan sumber listrik tersendiri, sehingga bila terjadi pemadaman listrik, CCTV ini masih dapat bekerja dan merekam gambar. Saat ini CCTV juga dapat disambungkan dengan jaringan internet. Hal ini membuat Anda dapat melihat kondisi rumah Anda melalui CCTV Anda dengan mengakses internet.

2. Harga CCTV mahal
Tetapi, banyak orang beranggapan bahwa CCTV jenis ini mempunyai harga yang sangat mahal. Hal ini juga termasuk mitos. Yang menentukan mahal atau tidaknya sistem CCTV rumah Anda adalah aksesoris yang Anda gunakan sebagai pelengkap sistem keamanan ini. Selain itu, untuk perlindungan terbaik rumah Anda, bolehkan mengeluarkan biaya lebih? Tetapi, CCTV yang dapat dihubungkan dengan jaringan internet ini memang lebih rumit untuk dipasang, dibandingkan dengan CCTV analog dan model lainnya. Anda mungkin membutuhkan bantuan dari tenaga ahli yang biasanya disediakan oleh toko dimana Anda membeli sistem CCTV ini untuk memasangkannya di rumah Anda.

3. CCTV menghabiskan bandwidth
Banyak orang berpikir bahwa penggunaan IP CCTV akan memakan bandwidth internet Anda. Memang, akan dibutuhkan bandwidth yang cukup besar, apalagi bila CCTV Anda merekam gambar dalam format HD dengan ukuran file yang cukup besar. Namun, bila Anda menggunakan layanan internat yang berkualitas dan tentunya bandwidth yang cukup besar, maka hal ini tidak akan menjadi masalah. Biasanya hal ini juga tidak akan menjadi masalah, karena proses download atau pengiriman video ini tidak dilakukan secara terus menerus, tetapi saat Anda membutuhkannya saja.

4. CCTV adalah untuk tempat-tempat ekslusif
Yang terakhir banyak orang berpikir bahwa cctv cameras hanya dibutuhkan untuk gedung-gedung penting, sekolah, bank atau rumah-rumah besar. Hal ini adalah mitos dan pemikiran yang salah. Kita semua tahu, tingkat kejahatan saat ini terus meningkat dan dibutuhkan perisai untuk melindungi diri Anda dari semua itu. CCTV dapat menjadi solusi tepat untuk kebutuhan ini.

5 Kesalahan Fatal yang Tidak Ingin Anda Coba Ketika Membeli CCTV

Membayar Harga Premium untuk Sistem Anggaran CCTV 
Sebagai Konsultan Independen Saya baru-baru menyarankan rantai jalan tinggi terkenal dan menemukan bahwa mereka telah membayar harga yang tepat untuk sistem kualitas CCTV tetapi telah diinstal lebih dari 40 sistem yang gagal pada semua hal berikut dan telah dijual peralatan yang harus memiliki biaya setengah jumlah.
Instalasi CCTV dan pembelian dapat menjadi masalah bagi banyak organisasi. Isu termasuk mengidentifikasi perusahaan terkemuka, mencapai pemahaman tentang kebutuhan, mampu membandingkan penawaran berdasarkan solusi yang berbeda dan peralatan, bagaimana sistem harus dioperasikan untuk memberikan keamanan yang efektif, memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi persyaratan legislatif saat ini dan menghasilkan gambar kualitas bukti .
Bahkan jika perusahaan CCTV telah diminta untuk mengutip untuk sistem yang sama bisa sulit untuk menentukan apakah kutipan terendah menawarkan nilai terbaik atau menggunakan peralatan rendah untuk mendapatkan keuntungan harga.
Dalam keadaan ini tidak biasa bagi perusahaan untuk hanya memilih solusi paling murah yang ditawarkan. Cukup sering ini akan jatuh ke dalam 80% dari sistem yang gagal memenuhi standar polisi dan uang mungkin akan sia-sia. Terlalu sering sistem yang dipilih ketika sedang murah daripada dua lainnya masih terlalu mahal untuk apa yang disediakan dan pelanggan berakhir membayar tingkat premi untuk sistem yang tidak cocok untuk tujuan.

Menempatkan Kepercayaan Anda dalam CCTV Instalasi Perusahaan Tidak Kompeten
Polisi telah menyatakan bahwa 80% dari kamera CCTV tidak cocok untuk tujuan. Lebih dari 90% dari sistem CCTV adalah ilegal di bawah DPA. Sebagian besar ini dipasang oleh “perusahaan instalasi profesional”. Anda mungkin percaya bahwa perusahaan lokal atau nasional dikenal Anda baik dan dapat dipercaya. Begitu pula sebagian besar organisasi yang membuang-buang uang mereka pada CCTV yang didesain dengan buruk.
Sebagai Konsultan Kepala Sekolah kami melakukan audit CCTV untuk organisasi yang beragam seperti Her Majesty Layanan Penjara, NHS dan organisasi terkemuka di industri ritel dan rekreasi, ia telah mampu untuk mendapatkan wawasan yang unik ke dalam kualitas instalasi di Inggris. Sayangnya, ia telah menemukan bahwa setiap instalasi tergantung pada tenaga penjual individu yang merancang sistem dan ukuran atau persepsi masyarakat tentang perusahaan instalasi menawarkan sedikit jaminan desain yang baik. Pengalamannya sendiri akan menunjukkan bahwa statistik polisi dari 80% dari kamera tidak menjadi sesuai dengan tujuannya adalah, jika ada, perkiraan konservatif.

Salah Memilih Lens


Jika Anda atau perusahaan instalasi memilih lensa yang salah dan ada 80% kemungkinan polisi tidak akan dapat menggunakan gambar Anda di pengadilan.
Perusahaan Paling Penjualan Internet tidak akan memberikan informasi berikut seperti yang akan Anda dengan cepat menyadari bahwa banyak dari Kamera mereka mencoba untuk menjual tidak akan menghasilkan gambar yang cocok untuk tujuan.
Masalah terbesar dengan instalasi CCTV adalah bahwa lensa yang salah dipilih. Hal ini biasanya menghasilkan orang-orang yang terlalu kecil untuk mengenali dan dengan CCTV gambar hanya berada di sekitar 40k masing-masing, dan bukan 10 juta Anda mendapatkan kamera foto Anda, Anda tidak dapat secara elektronik memperbesar. Untuk dapat mengenali orang 1.7m pada standar * Sistem CCTV mereka harus tinggi minimal 50% dari layar (standar mendeteksi dan amati tidak cukup baik untuk mengenali orang hanya untuk mengamati apa kelompok melakukan atau mendeteksi seseorang hadir dalam gambar). Standar ini ditetapkan dalam Home Office Persyaratan Operasional Manual CCTV – halaman 8 dan digunakan sebagai acuan oleh polisi dan pengadilan.
Untuk mengamati orang di 50% Anda hanya bisa melihat area seluas dua ruang parkir (4.3m). Lensa paling populer dijual kepada pelanggan adalah lensa 1/3 “3.6mm. Hal ini memberikan tampilan sudut lebar dari 70% tetapi hanya dapat memberikan pengenalan wajah dari 3,2 meter sehingga jika terletak pada ketinggian 5m Anda tergantung pada penyusup membawa tangga dan memanjat di depan kamera agar diakui . Umumnya lensa 3.6mm hanya akan memungkinkan Anda untuk baik mengamati atau mendeteksi seseorang.

Bila memungkinkan menggunakan lensa Varifocal (yaitu 5-50mm) karena hal ini membuat lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan tampilan pada saat instalasi.

Memilih DVR Salah
Sampai 2009 Anda hanya bisa mengevaluasi standar pengakuan sistem CCTV berdasarkan apa persentase layar seseorang diisi (lihat bagian sebelumnya). Tapi dengan standar terbaru dari hal-hal Home Office sedikit lebih rumit. Persentase ini didasarkan pada standar televisi PAL yang digunakan untuk kebanyakan sistem. Sekarang, bagaimanapun, ada sejumlah rekaman format resolusi yang tersedia dan ukuran di atas tergantung pada kualitas masing-masing format.

Jadi, jika Anda menggunakan sistem PAL dan ingin Mengidentifikasi Orang diketahui mereka perlu 100% dari tinggi layar dan Mengakui Orang Disebut maka harus minimal 50% dari ketinggian layar dll Namun jika Anda memiliki perekam yang menghasilkan gambar di 4CIF atau D1, karena resolusi lebih baik daripada PAL untuk Identifikasi Sebuah orang tidak diketahui mereka hanya perlu 70% dari tinggi layar dan Mengakui orang Disebut mereka harus minimal 35% dari ketinggian layar.
Masalahnya muncul jika Anda membeli sebuah unit yang hanya catatan di 2CIF atau CIF. Sekarang seseorang harus% tinggi layar 70 sebelum mereka dikenali dan hampir tidak mungkin untuk memenuhi Mengidentifikasi standar karena mereka harus mengisi 139% dari layar. Ini juga berarti bahwa daerah Anda dapat menutupi jika mencoba untuk mengenali seseorang turun dari lebar layar (lebar daerah dilihat di layar pada titik bahwa target orang berdiri) turun dari 4.5m sampai 3.2m.

Memasang Sistem Ilegal
CCTV tunduk pada 62 persyaratan hukum dari Undang-Undang Perlindungan Data. Untuk membaca apa artinya ini bagi seseorang atau organisasi yang memiliki sistem CCTV men-download dan membaca DPA CCTV Kode Etik.
Memahami DPA bisa menyelamatkan organisasi Anda £ 250,000 +. Bayangkan jika istri saya yang memasuki supermarket lokal kami dan bukannya monitor hanya menunjukkan padanya memasuki toko (hukum) itu menunjukkan anggur dan roh lorong (ilegal). Saat ia melihat gambar dia mengakui saya berjalan menyusuri lorong, tapi sayangnya aku mencium dan memeluk wanita lain. Apakah ini berakhir dengan perceraian istri saya hampir pasti akan menuntut saya untuk setengah pensiun saya, setengah dari rumah kami dan 50% dari sifat-sifat lainnya yang kita miliki. Hal ini tentu akan datang ke £ 250,000 dan mungkin banyak lagi. Aspek perceraian, bagaimanapun, tidak akan khawatir saya terlampau yang saya tahu bahwa saya bisa menuntut supermarket untuk setiap sen, karena mereka mengungkapkan data visual pada saya untuk istri saya tanpa izin saya.

Entri yang Diunggulkan

Paket Kamera CCTV Murah Bandung Cimahi Mulai dari 1.9 Juta

PALING LAKU SEBANDUNG RAYA HANYA Rp. 3.5Jt 4 Kamera Hasil Gambar Bening JUARA Ingat Membeli CCTV Tidak Hanya MEMBELI Perangkatnya Tet...